“Mindfulness” Lagi Ramai Dibahas usai Konten Maudy Ayunda Dikritik, Sebenarnya Apa Artinya?

SOLOBALAPAN.COM – Istilah mindfulness belakangan ramai dibicarakan setelah konten Maudy Ayunda mengenai cara menjaga diri dari paparan berita buruk mendapat kritik dari warganet. Konten tersebut dinilai sebagian publik kurang peka karena kemampuan untuk menjauh sejenak dari berita negatif tidak selalu dimiliki orang yang sedang terdampak langsung oleh persoalan tersebut.
Maudy kemudian mengakui bahwa ada sudut pandang yang belum ia masukkan dalam videonya. Ia menyebut kemampuan untuk menjauh dari berita sebagai sebuah privilege karena tidak semua orang memiliki pilihan tersebut. Maudy juga menjelaskan bahwa gagasan mindfulness yang dibagikannya berangkat dari pengalaman pribadi untuk tetap mengikuti situasi sosial tanpa membuat kondisi mentalnya kewalahan.
Terlepas dari kontroversi tersebut, ada satu istilah yang kemudian ikut banyak diperbincangkan, yaitu mindfulness. Lantas, sebenarnya apa arti mindfulness dan apakah istilah tersebut memang sekadar berarti menenangkan diri?
Baca Juga: Whimsy Lagi Tren di Kalangan Gen Z, Kenapa Banyak Orang Ingin Hidup Lebih ‘Ajaib’?
Apa Arti Mindfulness?
Secara sederhana, mindfulness berkaitan dengan kesadaran terhadap apa yang sedang terjadi pada diri dan lingkungan sekitar pada saat ini.
American Psychological Association (APA) mendefinisikan mindfulness sebagai kesadaran terhadap keadaan internal dan lingkungan sekitar. Konsep ini juga digunakan dalam berbagai pendekatan terapi dengan cara mengajarkan seseorang untuk mengamati pikiran, emosi, dan pengalaman saat ini tanpa langsung menghakimi atau bereaksi terhadapnya.
Dengan pengertian tersebut, mindfulness bukan berarti seseorang harus mengosongkan pikirannya. Justru, seseorang diajak menyadari apa yang sedang muncul dalam pikirannya dan bagaimana perasaannya pada saat itu.
Misalnya, ketika sedang cemas, seseorang tidak harus memaksa dirinya untuk langsung merasa tenang. Ia dapat terlebih dahulu menyadari bahwa dirinya sedang cemas, memperhatikan sensasi yang muncul, kemudian menentukan bagaimana akan meresponsnya.
Baca Juga: Ajining Diri Saka Lathi, Ajining Raga Saka Busana, Filosofi Jawa soal Ucapan dan Cara Membawa Diri
Mindfulness Bukan Sekadar “Positive Thinking”
Karena sering digunakan dalam konten self-care, mindfulness terkadang dipahami secara sederhana sebagai cara untuk membuat pikiran menjadi lebih positif.
Padahal, konsep tersebut tidak sama dengan memaksa diri untuk selalu berpikir positif.
APA menjelaskan bahwa salah satu bagian penting dalam mindfulness adalah mengamati pengalaman yang sedang terjadi tanpa memberikan penilaian secara otomatis. Dalam praktiknya, perhatian diarahkan pada pengalaman saat ini, termasuk pikiran, perasaan, dan sensasi tubuh.


