Jennie BLACKPINK Rilis “Fallen Angel”, Seperti Apa Babak Baru Karier Solonya?

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 14:45 WIB
Jennie kembali dengan karya solo terbaru lewat EP Fallen Angel. Berisi tiga lagu, rilisan ini hadir dengan nuansa yang lebih personal setelah sebelumnya memperkenalkan album solo Ruby. (Pinterest)
Jennie kembali dengan karya solo terbaru lewat EP Fallen Angel. Berisi tiga lagu, rilisan ini hadir dengan nuansa yang lebih personal setelah sebelumnya memperkenalkan album solo Ruby. (Pinterest)

SOLOBALAPAN.COM - Setelah cukup lama membuat penggemar menunggu, Jennie akhirnya kembali dengan karya solo terbaru. Member BLACKPINK tersebut resmi merilis “Fallen Angel”, sebuah digital EP yang menjadi rilisan solo terbarunya setelah album Ruby pada 2025.

“Fallen Angel” dirilis secara global pada Jumat (28/8) pukul 13.00 KST atau 11.00 WIB. EP ini menjadi salah satu proyek terbaru Jennie melalui OA Entertainment, agensi yang ia dirikan, bersama Columbia Records.

Berbeda dari album Ruby yang hadir sebagai proyek solo besar dengan banyak lagu dan kolaborasi, Fallen Angel hadir dalam format yang jauh lebih ringkas.

Baca Juga: Mengenal Sayur Adas dari Lereng Merbabu yang Kerap Diolah Jadi Menu Rumahan

Versi digitalnya berisi tiga lagu, yaitu “FALLEN ANGEL”, “HEAVEN”, dan “Less than a Lover” dengan total durasi sekitar sembilan menit.

“FALLEN ANGEL” menjadi lagu utama dalam EP tersebut. Sementara itu, “Less than a Lover” sebenarnya sudah lebih dulu diperkenalkan kepada penggemar sebelum EP dirilis.

Lagu tersebut dirilis pada Juli dan menjadi salah satu petunjuk mengenai arah musik yang sedang disiapkan Jennie.

Dari keterangan resmi OA Entertainment, Fallen Angel disebut berasal dari sisi Jennie yang sangat personal dan menjadi bentuk ekspresi dirinya.

Baca Juga: The Dominion, Kereta yang Pernah Menempuh Ribuan Kilometer untuk Menyeberangi Kanada

EP ini juga diharapkan dapat menjadi karya yang menemani penggemar dan mengingatkan mereka pada musim panas 2026.

Secara musikal, tiga lagu di dalamnya membawa warna yang lebih lembut dan intim dibandingkan kesan besar yang melekat pada sejumlah rilisan Jennie sebelumnya.

Apple Music menggambarkan EP ini dengan perpaduan alt-pop ringan dan nuansa lo-fi yang membawa suasana melankolis namun tetap terasa ringan.

Hal tersebut membuat Fallen Angel terasa seperti proyek yang tidak terlalu sibuk mengejar kesan bombastis.

Dengan hanya tiga lagu dalam versi digital, Jennie punya ruang yang lebih sempit tetapi sekaligus lebih fokus untuk membangun satu suasana.

Lagu utamanya, “FALLEN ANGEL”, membawa tema yang cukup dekat dengan gambaran judulnya. Visual dan konsep yang diperlihatkan sebelum perilisan juga menggunakan elemen seperti malaikat, sayap, langit, dan nuansa yang dreamy.

Teaser video musiknya bahkan sudah diperlihatkan beberapa hari sebelum lagu resmi dirilis.

Sementara itu, “HEAVEN” dan “Less than a Lover” melengkapi EP tersebut dengan sisi lain dari cerita yang ingin dibangun Jennie.

Baca Juga: Ekspansi Kuliner Nusantara, Soto Khas Boyolali Kini Hadir Permanen di Madinah

Ketiganya kemudian menjadi sebuah proyek pendek yang terasa seperti potongan dari satu periode tertentu dalam hidup dan musik Jennie.

Menariknya, Fallen Angel juga hadir setelah Jennie melewati periode yang cukup besar dalam karier solonya.

Pada 2025, ia merilis Ruby, album solo pertamanya yang memperkenalkan berbagai sisi musikal Jennie di luar aktivitasnya bersama BLACKPINK.

Ruby menjadi proyek yang jauh lebih besar dari segi skala. Album tersebut berisi berbagai lagu dan kolaborasi dengan sejumlah nama dari industri musik internasional.

Setelah itu, Jennie tetap aktif dengan berbagai proyek musik dan penampilan, termasuk tampil sebagai salah satu solois K-Pop di festival musik besar.

Kini, Fallen Angel hadir dengan pendekatan yang berbeda. Jika Ruby terasa seperti pernyataan besar mengenai siapa Jennie sebagai solois, EP terbaru ini justru terasa lebih kecil dan personal.

Perbedaan tersebut juga membuat Fallen Angel menarik untuk dilihat sebagai bagian dari perkembangan Jennie setelah debut solonya.

Ia tidak harus terus mengulang formula yang sama hanya karena Ruby berhasil menjadi proyek besar.

Di sisi lain, perilisan ini juga datang ketika BLACKPINK kembali memasuki fase aktivitas individu. Setelah grup menyelesaikan proyek comeback mereka, para member kembali memiliki ruang untuk menjalankan proyek solo masing-masing. Jennie menjadi salah satu nama yang kembali menjadi sorotan dengan rilisan barunya ini.

Baca Juga: Terjebak Standar Sempurna Media Sosial, Generasi Z Hadapi Tantangan Penurunan Self-Esteem

Bagi penggemar, Fallen Angel juga bukan sepenuhnya sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Beberapa lagu dari proyek ini sudah sempat diperkenalkan dalam berbagai kesempatan sebelum akhirnya dikumpulkan dalam satu EP.

Hal tersebut membuat perilisan kali ini terasa seperti menyatukan potongan-potongan yang sebelumnya sudah dilihat penggemar.

Pada akhirnya, Fallen Angel bukan sekadar rilisan baru setelah Ruby. EP ini memperlihatkan sisi Jennie yang lebih ringkas, lembut, dan personal, sekaligus menjadi kelanjutan dari perjalanannya membangun identitas sebagai solois.

Dengan hanya tiga lagu dalam versi digital, Jennie mungkin tidak sedang mencoba membuat proyek yang sebesar Ruby. Ia justru memberikan sesuatu yang lebih sederhana: sebuah EP pendek dengan atmosfer yang jelas dan cerita yang ingin dikenang sebagai bagian dari musim panas 2026.

Setelah “Ruby” memperkenalkan Jennie sebagai solois dengan skala besar, “Fallen Angel” datang membawa sisi yang lebih intim. Kini, tinggal melihat bagaimana babak baru ini akan berkembang dalam perjalanan musik solonya. (luthfiana sekar) 

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : OA Entertaiment
luthfiana sekar fallen angel kpop blackpink jennie