Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Fabiola Elizabeth Siapa? Mantan Istri Reza Smash Diduga Terlibat Jaringan 'Love Scamming' Rp41,1 Miliar, Ini Perannya

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 2 Juni 2026 | 18:11 WIB
Fabiola Elizabeth.
Fabiola Elizabeth.

SOLOBALAPAN, KRIMINAL — Nasib pilu tengah menimpa mantan istri Reza Smash, Fabiola Elizabeth. Perempuan yang dulu dikenal sebagai figur publik ini diduga kuat terseret dalam pusaran kasus kejahatan siber berkedok asmara (love scamming) jaringan internasional yang beroperasi di wilayah Solo Raya, Jawa Tengah.

Pengungkapan kasus berskala besar ini dilakukan oleh Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah.

Meski pihak kepolisian baru merilis inisial "F" dan menyebutnya sebagai "mantan artis", ciri-ciri fisik yang terungkap—seperti tato salib di leher dan lengannya—membuat publik meyakini bahwa sosok tersebut adalah Fabiola.

Peran F: Model Video Call Penipu Bule

Dalam sindikat yang terorganisasi rapi ini, perempuan berinisial F memiliki peran yang sangat krusial.

Baca Juga: Viral Saling Serang di Threads, Ruben Onsu Sindir Adik Sarwendah hingga Singgung soal 'Penghasut': Coba Fokus Cari Kerjaan Lain!

 Direktur Reserse Siber Polda Jateng, Kombes Pol Himawan Sutanto Saragih, menjelaskan bahwa F bertugas sebagai "Model".

Tugas utamanya adalah melayani panggilan video (video call) dari para korban di luar negeri. Sindikat ini mempekerjakan operator (marketing) yang mayoritas adalah laki-laki yang menyamar sebagai perempuan di aplikasi kencan.

Ketika korban mulai ragu dan meminta pembuktian identitas, F akan tampil di depan layar untuk meyakinkan mereka.

"Model yang dapat kami amankan ini tugasnya melayani video call sesuai yang diinginkan korban. Apabila korban membutuhkan keyakinan, maka yang tampil bukan marketing tetapi model. Yang jelas model dari mantan artis, itu saja," ungkap Kombes Himawan, Selasa (2/6/2026).

Modus Pig Butchering dan Kedok Perusahaan di Solo Baru

Sindikat ini menjalankan operasi dari kawasan Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, dengan berkedok di balik perusahaan bernama PT Digi Global Konsultan.

Untuk menghindari kecurigaan aparat, mereka kerap berpindah-pindah lokasi kontrakan dan indekos.

Kejahatan yang mereka lakukan dikenal dengan istilah Pig Butchering. Berikut adalah alur kejahatan sindikat ini:

  1. Pencarian Target: Asisten marketing mencari target Warga Negara Asing (WNA) melalui aplikasi kencan (Tinder, Puf, Boo) dan media sosial (Facebook).

  2. Pembangunan Ikatan Emosional: Marketing mengambil alih komunikasi, memanipulasi korban dengan asmara palsu hingga korban jatuh cinta dan percaya (dibantu oleh peran Model 'F' saat video call).

  3. Investasi Bodong: Setelah terikat secara emosional, korban diarahkan untuk berinvestasi kripto di situs perdagangan palsu yang telah dimanipulasi. Seluruh dana yang disetorkan langsung masuk ke kantong jaringan pelaku.

Raup Rp41,1 Miliar, Polda Jateng Gandeng FBI

Berdasarkan hasil penyelidikan, sindikat love scamming ini telah beroperasi sejak Juli 2025 hingga Mei 2026.

Skala kejahatan mereka sangat fantastis, meraup keuntungan mencapai USD 2.327.625,85 atau setara dengan Rp41,1 miliar.

Berikut adalah data terkait korban dan tersangka yang berhasil diungkap:

Keterangan Detail Kasus
Jumlah Korban 133 Orang (Mayoritas Warga Negara Amerika Serikat)
Total Tersangka 39 Orang
Rincian Kewarganegaraan Tersangka 28 WNI, 7 Warga Nepal, 4 Warga Myanmar
Pembagian Peran Tersangka Leader, supervisor, asisten marketing, marketing, model, penyedia fasilitas

Mengingat mayoritas dari 133 korban tersebut adalah warga negara Amerika Serikat, Polda Jateng kini tengah menjalin kerja sama intensif dengan Federal Bureau of Investigation (FBI), Bareskrim Polri, dan Divisi Hubinter.

Kolaborasi lintas negara ini dilakukan untuk menelusuri identitas para korban sekaligus memperkuat pembuktian perkara di meja hijau.

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Reza SMASH #Fabiola Elizabeth #love scamming