SOLOBALAPAN.COM – Perseteruan panas kembali menyelimuti kelanjutan hubungan Ruben Onsu dan Sarwendah.
Sarwendah secara blak-blakan melalui tim kuasa hukumnya membongkar urusan keuangan dan hak asuh anak yang dirasa semakin rumit serta merugikan posisinya sebagai ibu yang memegang hak asuh penuh atas anak-anak mereka.
Abraham Simon selaku kuasa hukum Sarwendah mengungkapkan bahwa kliennya berulang kali diusik oleh penagih utang (debt collector) atas aset yang dipegang penuh oleh Ruben Onsu.
"Kedua kalinya klien kami diusik oleh debt collector penagihan salah satu mobil yang sebenarnya adalah aset milik RO. Penguasaannya ada di RO," kata Abraham Simon lewat konferensi pers di Jakarta Selatan, pada Minggu (31/5/2026).
Pihak Sarwendah melayangkan imbauan tegas agar bank tidak lagi mengirimkan tagihan cicilan mobil tersebut kepada Sarwendah.
"Jadi tolong, kami imbau bahwa tidak ada lagi kaitannya antara klien kami dengan barang tersebut. Barang tersebut dikuasai oleh RO. Jadi jangan lagi mengganggu-ganggu klien kami dengan tunggakan-tunggakan tersebut," imbuhnya.
Baca Juga: Garapan Sutradara Train to Busan, Film Zombie 'Colony' Tayang di Indonesia 3 Juni 2026!
Ruben Onsu Setop Alokasi Biaya Pendidikan dan Kesehatan Anak
Tak hanya perkara kendaraan, konflik semakin merembet pada pemenuhan kebutuhan finansial anak-anak.
Berdasarkan akta perjanjian pasca-cerai, Ruben semula sepakat membiayai seluruh kebutuhan pendidikan hingga bangku perkuliahan. Namun, realita di lapangan justru berbalik sejak akhir tahun lalu.
"Fakta yang terjadi walaupun sudah disepakati terkait dengan anak ini, pada faktanya klien kami sejak akhir tahun 2025 sampai 2026 saat ini, justru klien kami yang membiayai biaya pemeliharaan anak-anak," ujar Simon.
Sarwendah kini harus menanggung secara mandiri beban operasional harian anak demi menjamin kelangsungan tumbuh kembang mereka.
"Biaya sekolah, les-les atau bimbingan belajar, dan kalau ada anak-anak yang sakit ke dokter, itu bahkan klien kami menanggung. Sejak dari akhir tahun 2025 sampai saat ini," lanjutnya.
Rumah Tinggal Sarwendah Jadi Jaminan Utang Dua Tahun Menunggak
Puncak kekesalan pihak Sarwendah tertuju pada status rumah tinggal mereka saat ini.
Rumah yang diserahkan berdasarkan akta kesepakatan perceraian tersebut ternyata dijadikan jaminan atas utang usaha milik perusahaan Ruben Onsu, dan parahnya, kewajiban pembayaran tersebut telah diabaikan selama dua tahun berturut-turut.
"Selain dari utang yang dimiliki secara pribadi oleh klien kami dan RO, ada juga utang dari perusahaan milik RO yang menjaminkan rumah yang diserahkan kepada klien kami berdasarkan akta kesepakatan. Ya, itu yang perlu dipahami," beber Abraham Simon, kuasa hukum Sarwendah.
Abraham Simon menjelaskan pihaknya memegang tumpukan surat teguran resmi dari perbankan sebagai bukti konkret kelalaian sang presenter.
"Kami pegang surat-surat dari bank, mulai dari peringatan pertama, peringatan kedua, peringatan ketiga, dan ini semua sudah tidak dibayarkan dari sejak Juni 2024," ujarnya.
Kondisi ini sangat disayangkan karena sebelum penandatanganan berkas resmi, Ruben berjanji akan menyelesaikannya secara jantan tanpa membebani sang mantan istri.
"Sebelum akta kesepakatan memang sudah disepakati bahwa pihak RO yang mau mencicil, sampai lunas, sampai beres, tidak dibebankan kepada klien kami sebagai seorang ayah yang baik, mantan suami yang baik, dan bertanggung jawab," ucap Simon.
Reaksi Keras Ruben Onsu: Beri Opsi Serahkan Anak
Mendengar tudingan miring bertubi-tubi yang mengarah kepada dirinya, Ruben Onsu langsung mengambil langkah klarifikasi melalui panggilan video (video call) dari kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Ruben menyayangkan sikap Sarwendah yang hanya menyorot kekosongan nafkah selama enam bulan terakhir tanpa melihat kerja kerasnya selama bertahun-tahun pernikahan mereka.
"Jadi kalau dibahas tentang nafkah ini, kalau baru cari nafkah 6 bulan.... Kemarin-kemarin ketika jadi keringat, jerih payah, keringat saya, capek pun ke mana?. Hanya dinilai dari 6 bulan terakhir gitu? Lari ke mana semuanya selama ini? Gitu," balas Ruben Onsu.
Merasa beratnya beban membesarkan anak terus diungkit oleh pihak Sarwendah, Ruben pun melayangkan tantangan terbuka.
"Ya sudah, kalau tidak sanggup, serahkan anak-anak ke saya, saya yang membesarkan!" tegasnya.
Ruben merasa harus bertindak karena narasi yang berkembang di luar dinilai sudah sangat menyudutkan reputasi pribadinya.
"Dua tahun terakhir memang saya lebih banyak diam. Saya pikir ini akan usai, tapi ternyata kayaknya menjadi bola liar terus untuk berbagai pihak. Makanya saya minta pengacara saya bicara sesuai data biar jelas," ujar Ruben.
Alasan Penghentian Nafkah Sebagai Aksi Protes Sulit Bertemu Anak
Minola Sebayang selaku kuasa hukum pendamping Ruben Onsu membenarkan adanya penghentian aliran dana terhitung sejak Desember 2025.
Namun, hal itu dilakukan bukan tanpa alasan yang mendasar. Menurut Minola, tindakan tersebut merupakan bentuk protes karena hak Ruben sebagai seorang ayah dipersulit oleh pihak Sarwendah.
"Ruben berpikir, 'Kewajibanku kubayar terus bahkan melampaui apa yang seharusnya, hakku aku nggak dapat'. Oh dia juga ingin menunjukkan aksi protesnya, 'Aku juga bisa tidak melaksanakan kewajibanku'," kata Minola.
"Dan itu baru dilaksanakan, dimulai dari Desember. Ya, sampai hari ini baru 6 bulan sudah teriak," lanjutnya.
Minola juga menyentil besaran nilai nominal nafkah yang selama ini diberikan oleh Ruben yang dinilai sangat fantastis di atas rata-rata.
"Sekarang saya tanya yang masih menikah aja, ada nggak suami kalian memberikan nafkah Rp 225 juta per bulan? Ayo nih yang udah nikah. Ini mantan loh. Masih diribetin juga (untuk ketemu anak)," pungkas Minola.
Baca Juga: Sempat Diterpa Isu Miring, Adhisty Zara Resmi Bagikan Momen Bahagia Pernikahan dan Kehamilannya
Pihak Sarwendah Tolak Tantangan Buka Masalah Pernikahan
Di sisi lain, tensi perkara makin memanas usai muncul kabar adanya tantangan untuk membeberkan secara detail akar masalah kehancuran rumah tangga mereka.
Kuasa hukum Sarwendah lainnya, Chris Sam Siwu, menyatakan dengan tegas menolak opsi saling menjatuhkan tersebut demi menjaga mental psikologis anak-anak yang masih di bawah umur.
"Saya sudah tahu fakta semuanya, tapi (akan dibeberkan) kalau diminta sama klien. Buat saya, seorang ibu diperlakukan seperti itu, hanya orang-orang kuat yang bisa tahan," kata Chris Sam Siwu pada Senin, 1 Juni 2026.
Meskipun membantah isu adanya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) maupun kehadiran orang ketiga, Chris meminta pihak media untuk menanyakan langsung alasan mendasar perceraian ini kepada Ruben.
"Bukan, bukan (KDRT)," beber Chris Sam Siwu.
"Oh, enggak tahu saya, entar aja kalau soal itu, ya," jelas pengacara Sarwendah.
"Coba dimulai dulu dari kawan-kawan media, tanya ke Ruben deh, alasan perceraiannya apa? Ya, karena saya tidak mau memperkeruh suasana, ya. Yang pasti, klien saya cukup... bisa disebut sebagai wanita yang kuat," paparnya.
Sarwendah sendiri saat ini memilih menahan diri untuk tidak memicu kegaduhan lebih lanjut di ruang publik demi masa depan anak-anaknya.
"Karena anak-anaknya sekarang belum dewasa, sehingga itu yang dijaga sama klien kami, ya. Pada saat anak-anaknya dewasa, sudah bisa diberi pengertian, itu akan disampaikan ke publik juga," pungkas pengacara Sarwendah.
Sampai saat ini, kisruh pembagian harta, status jaminan utang rumah, hingga hak akses pertemuan anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah masih terus bergulir tanpa titik temu yang jelas. (lz)
Editor : Laila Zakiya