SOLOBALAPAN, INTERNASIONAL — Kabar duka menyelimuti proses produksi film Live Action How To Train Your Dragon 2.
Di tengah antusiasme penggemar menantikan kelanjutan kisah Hiccup dan Toothless dalam versi manusia, sebuah kecelakaan kerja tragis dilaporkan menimpa salah satu kru di balik layar.
Melansir laporan dari Variety, musibah ini menimpa seorang kru yang bekerja di bidang teknisi special effect.
Insiden mengerikan tersebut terjadi saat proses pengerjaan teknis menggunakan gergaji, yang mengakibatkan korban harus kehilangan beberapa jari di salah satu tangannya.
Kondisi Korban dan Kelanjutan Produksi
Pihak produksi film memberikan konfirmasi bahwa korban telah segera dilarikan ke rumah sakit dan menjalani prosedur operasi darurat.
Baca Juga: Sinopsis Film Mutiny: Tuduhan Pembunuhan dan Konspirasi Global yang Menyeret Mantan Pasukan Khusus
Namun, kabar malang menyebutkan bahwa jari-jemari kru tersebut tidak dapat disambungkan kembali karena tingkat kerusakan jaringan yang terlalu parah akibat kecelakaan tersebut.
Meskipun diwarnai tragedi, proses produksi film Live Action kedua ini dikabarkan tetap berjalan sesuai jadwal.
Film ini direncanakan untuk menyapa penonton di layar lebar pada Juni 2027 mendatang, melanjutkan kesuksesan film Live Action pertamanya yang dirilis pada 2025 lalu.
Sejarah Waralaba dan Simpati Penggemar
How To Train Your Dragon sendiri merupakan waralaba populer adaptasi seri buku karya Cressida Cowell.
Kisahnya tentang persahabatan antara seorang pemuda Viking bernama Hiccup dengan naga langka Night Fury bernama Toothless telah sukses besar melalui versi animasi trilogi DreamWorks (2010-2019).
Kabar mengenai kecelakaan ini memicu gelombang empati dari komunitas penggemar di seluruh dunia. Kolom komentar media sosial resmi film tersebut dibanjiri ucapan duka dan doa bagi kesembuhan sang teknisi.
Banyak penggemar yang juga mengingatkan pentingnya standar keamanan kerja (safety work) yang lebih ketat di lokasi syuting, terutama bagi para pekerja di balik layar yang sering berurusan dengan alat-alat berat dan berbahaya.
Pengingat Keamanan Kerja di Industri Film
Insiden ini menjadi pengingat pahit bagi industri perfilman global bahwa keamanan kerja harus menjadi prioritas utama bagi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari aktor hingga kru teknis paling dasar.
Tragedi ini menambah daftar panjang risiko pekerjaan di balik megahnya visual fantasi yang dinikmati penonton di bioskop.
(did/Riza Hidayatullah)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo