SOLOBALAPAN.COM - Hubungan yang sebelumnya terlihat harmonis dalam pola co-parenting antara Rachel Vennya dan Niko Al Hakim kini berubah menjadi konflik terbuka di media sosial.
Perseteruan keduanya memicu perhatian publik, terutama karena melibatkan isu sensitif seperti rumah untuk anak hingga kewajiban nafkah.
Lalu, bagaimana sebenarnya awal mula konflik ini hingga memanas? Berikut kronologi lengkapnya.
Awal Mula: Curhatan Rachel Soal Rumah untuk Anak
Konflik bermula saat Rachel mengungkap kekecewaannya melalui media sosial.
Ia menuding Okin menjual rumah yang sebelumnya disebut sebagai aset untuk anak mereka.
"Di awal perjanjian, aku kasih rumah yang dia bilang #rumahuntukbiru, dia cuma punya kewajiban nafkah dan kasih uang mut'ah. Tapi ternyata ga dikasih, win win solution dia yang kasih itu rumah biar dia ga nafkahin anak-anak lagi," kata Rachel.
Tak berhenti di situ, Rachel juga menyoroti kondisi rumah yang sempat rusak hingga harus direnovasi sebelum akhirnya kembali menjadi polemik.
"Pas dateng ke rumah, udah bobrok pas dia pake, akhirnya kita renov buat adek-adek terus sekarang karena ga ada hitam diatas putih mau dia jual notabene adek-adek masi tinggal disana, tanpa ba bi bu langsung ada org yg mau ngukur dan mau jual rumahnya yg adek-adek gue ga tau harus gimana."
Curhatan tersebut langsung menyulut reaksi publik dan menjadi titik awal memanasnya konflik.
Klarifikasi Okin: Sebut Sudah Ada Komunikasi
Menanggapi tudingan tersebut, Okin akhirnya buka suara dan memberikan versinya.
Ia menegaskan bahwa kunjungan pihak lain ke rumah bukanlah tindakan mendadak.
"Ybs (Rachel) sudah mengetahui mengenai akan terjadi pengecekan, bukan pengukuran," aku Okin.
Ia juga menjelaskan bahwa proses tersebut merupakan bagian dari tahapan penjualan properti yang wajar.
"Ybs mungkin beranggapan bahwa rumah tersebut harus dikosongkan pada hari itu juga. Padahal, tidak. Semua penjualan pasti melewati banyak proses terlebih dulu," sambungnya.
Menurut Okin, kesalahpahaman inilah yang kemudian berkembang menjadi konflik besar di ruang publik.
Akar Masalah: Perceraian, Aset, dan Nafkah
Jika ditarik ke belakang, polemik ini berakar dari kesepakatan pasca perceraian pada 2021.
Saat itu, pembagian aset dan tanggung jawab finansial menjadi bagian krusial.
Okin menjelaskan latar belakang rumah tersebut sejak awal dibeli:
"Rumah itu dibeli di momen sebelum anak pertama gue lahir dengan harapan rumah tersebut menjadi awal baik bagi keluarga kecil gue, dan anak-anak bisa tumbuh kembang dengan baik di dalam rumah itu. Tidak sedikit pun terlintas akan terjadi perpisahan," terang Okin.
Namun dalam perjalanan, muncul berbagai masalah, termasuk kendala finansial yang diakui Okin.
"2023: terdapat kelalaian dari gue dalam membayarkan kewajiban, karena di saat itu gue sedang menghadapi case dalam bisnis yang sempat membuat gue burned out, sehingga muncullah perhitungan dari ybs sejumlah nominal dan penawaran di bawah," lanjutnya.
Di sisi lain, Rachel merasa kesepakatan tidak berjalan sesuai rencana, terutama terkait nafkah dan aset.
Konflik Makin Memanas: Saling Bongkar di Publik
Alih-alih mereda, konflik justru semakin panas setelah kedua belah pihak saling membalas di ruang publik.
Rachel mengungkap kekecewaannya terkait pembagian aset dan kewajiban finansial:
"Baik banget ya aku awalnya kasih rumah itu yg dimana kita beli berdua? Yg katanya buat abang biru? Gono gini ga dapet aset apa2, dikasih alphard ternyata bpkb di gadein, dikasih tanah bali tp itu green zone, Tp nafkah dikasih ga sesuai perjanjian."
Ia juga menegaskan tuntutannya kepada Okin:
"Sekarang rumah yang katanya buat abang mau dijual yaudah jual Niko. Kamu ga mau post screenshot chat kamu? Chat cewe kamu ke aku maki2 aku? Tp yaudah sekarang minta balik tanah bali yang gatau di mana suratnya dan ga bs dijual juga, uang sekolah aku yg bayar, minjemin buat kamu uang berkali2. Aku ikhlas ga dapat apa2 cerai dari kamu. Nanti biar pengacara aku yg bicara ya, aku udah capek. Aku ga perlu itu rumah, ambil niko. Tapi balikin hutang kamu, bisa?"
Sementara itu, Okin membalas dengan membantah sejumlah tudingan:
"BPKB digadaiin? Siapa yang gadaiin? Kan lo tahu itu diboongin orang yang ngurus STNK. Uang sekolah yang lo bayar tapi lo baru info soal billing-nya setelah lo marah kemarin? Utang uang anak-anak yang lo bayarkan terlebih dahulu dan lo ancam buat lo post di Story karena lo marah kemarin?"
Ia juga menyayangkan konflik yang terus dibawa ke media sosial:
"Utang uang anak-anak yang terkonversi jadi rumah yang udah lo sepakati seperti slide 10? Kalau ngomong jangan banyak yang dipelintir-plintir, stop banyak drama di sosial media,"
Dari Co-Parenting ke Konflik Terbuka
Sebelumnya, hubungan Rachel dan Okin dikenal cukup baik pasca perceraian, terutama dalam membesarkan anak bersama.
Namun kini, komunikasi yang memburuk dan perbedaan persepsi soal aset menjadi pemicu utama konflik.
Okin bahkan menyoroti cara penyampaian masalah di media sosial yang memperkeruh situasi:
"Cara mengekspresikan emosi dan perasaan yang selalu dibawa ke media sosial itu menimbulkan banyak mispersepsi di masyarakat," kesalnya. (lz)
Editor : Laila Zakiya