Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Biodata Stephanie Meyerson, Sosok Pemenang MasterChef Indonesia 13 yang Pernah Tempuh Pendidikan di Le Cordon Bleu

Didi Agung Eko Purnomo • Senin, 16 Maret 2026 | 18:51 WIB

Stephanie Meyerson.
Stephanie Meyerson.

SOLOBALAPAN, PONTIANAK - Kompetisi memasak paling bergengsi di tanah air, MasterChef Indonesia (MCI) Season 13, akhirnya resmi berakhir dengan menobatkan Stephanie Meyerson sebagai sang juara.

Perempuan asal Pontianak, Kalimantan Barat ini berhasil membawa pulang gelar The Next MasterChef Indonesia setelah melewati pertarungan sengit di babak Grand Final melawan Bunga.

Meski profesi utamanya adalah seorang make-up artist (MUA), Stephanie membuktikan bahwa sentuhan estetik dan ketelitian yang biasa ia gunakan di dunia kecantikan mampu bertransformasi menjadi hidangan yang rapi, konsep yang indah, serta rasa yang memikat para juri di galeri MasterChef.

Latar Belakang MUA Profesional dan Pendidikan Kuliner Dunia

Stephanie Meyerson bukanlah sosok baru dalam dunia profesional, namun bidang utamanya memang jauh dari hiruk pikuk dapur.

Baca Juga: MasterChef Indonesia Season 13 Disegarkan Wajah 2 Chef Baru yang Bakal Temani Chef Juna, Ini Profil Chef Karen Carlotta yang Menawan

Sebelum mengikuti MCI 13, perempuan berusia 30 tahun ini dikenal sebagai permanent make-up artist profesional.

Ia merupakan pendiri sekaligus pemilik studio kecantikan bernama Beauty Maison yang telah eksis sejak tahun 2017.

Namun, kemampuan memasak Stephanie tidak datang begitu saja.

Di balik kepiawaiannya merias wajah, ia ternyata memiliki latar belakang pendidikan kuliner yang sangat mentereng.

Stephanie tercatat pernah menimba ilmu di sekolah kuliner internasional bergengsi, Le Cordon Bleu Australia, pada periode 2014-2015 dengan fokus pada bidang Patisserie.

Tak hanya soal teknis baking dan pastry, ia juga mendalami bidang hospitality, marketing operations, hingga manajemen bisnis kuliner di TAFE NSW, Australia.

Perjalanan Dramatis: Si Ratu Pressure Test

Perjalanan Stephanie di galeri MasterChef Indonesia 13 bisa dibilang sangat emosional dan penuh rintangan.

Mewakili Pontianak sebagai satu-satunya kontestan dari daerah tersebut, Stephanie harus berjuang ekstra keras.

Ia bahkan tercatat sebagai salah satu kontestan yang paling sering masuk ke babak Pressure Test, yakni sebanyak enam kali mengenakan apron hitam.

Meski sering berada di ujung tanduk, mental baja Stephanie justru semakin terasah.

Salah satu momen krusialnya terjadi pada babak 4 besar dalam tantangan Golden Lid Pressure Test.

Menghidangkan menu mewah berbahan utama kepiting Alaska, ia berhasil meyakinkan juri meski sempat menerima kritik pedas dari Chef Juna.

Ketekunannya berbuah manis saat ia melaju ke Grand Final dan berhasil mengalahkan Bunga dengan selisih poin yang sangat tipis, yakni hanya terpaut empat poin saja.

Estetika Plating yang Menjadi Ciri Khas

Sepanjang kompetisi, Stephanie dikenal oleh para juri dan penonton sebagai kontestan yang memiliki standar estetika tinggi dalam menyajikan hidangan.

Gaya plating yang artistik, bersih, dan rapi menjadi nilai plus yang sulit ditandingi.

Latar belakangnya sebagai MUA terbukti memberikan pengaruh besar terhadap cara pandangnya dalam menata komponen makanan di atas piring, menjadikannya juara yang tidak hanya menonjolkan rasa, tetapi juga keindahan visual.

Biodata Singkat Stephanie Meyerson

Berikut adalah profil lengkap dari sang jawara MasterChef Indonesia Season 13:

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#pendidikan #Le Cordon Bleu #Stephanie Meyerson #MasterChef Indonesia #pemenang