SOLOBALAPAN.COM - Kebutuhan masyarakat terhadap sayuran masih menjadi peluang bagi pelaku usaha hidroponik. Data Badan Pangan Nasional (BPN) menunjukkan konsumsi sayuran masyarakat Indonesia mencapai 56,5 kilogram per kapita per tahun pada 2025, meningkat dibandingkan 54 kilogram per kapita per tahun pada 2018.
Kondisi tersebut menunjukkan permintaan sayuran tetap tinggi, sehingga peluang usaha di sektor ini masih terbuka. Meski begitu, pelaku usaha hidroponik menilai penjualan tidak selalu berjalan stabil.
Agus Sukarno, pemilik Mantri Hidroponik di Kecamatan Baki, Sukoharjo mengatakan, permintaan sayuran hidroponik cenderung menurun pada pertengahan tahun karena pasokan selada dari daerah dataran tinggi sedang melimpah.
Baca Juga: Cita Rasa yang Terjaga: Gablok, Warisan Kuliner Khas Bumi Sukowati
Ia menjelaskan, bulan Juni hingga Agustus 2026 menjadi masa panen raya selada dari wilayah seperti Tawangmangu dan Cepogo.
Kondisi tersebut membuat pasokan sayuran di pasaran meningkat sehingga penjualan hasil panen hidroponik ikut terdampak.
"Bulan-bulan ini memang tidak terlalu menjanjikan karena lagi panen raya selada dari daerah atas, seperti Tawangmangu dan Cepogo," ujar Agus Sukarno, Senin (27/7/2026).
Meski penjualan sempat melambat, Agus menilai kondisi tersebut hanya bersifat sementara. Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap sayuran tetap ada setiap hari sehingga usaha hidroponik masih memiliki peluang yang baik untuk dikembangkan.
"Menurut saya masih worth it. Kita butuh makan setiap hari, butuh sayur hampir setiap hari. Sebenarnya ini bisnis yang enggak musiman," katanya.
Agus menuturkan, masyarakat yang ingin memulai usaha hidroponik sebaiknya tidak hanya menyiapkan modal, tetapi juga memahami teknik budidayanya.
Baca Juga: Tak Sekadar Cantik, Ini Pertimbangan Pembeli Memilih Tanaman Hias
Penguasaan dasar-dasar hidroponik dinilai penting agar hasil panen memiliki kualitas yang baik sebelum dipasarkan kepada konsumen.
Ia menilai banyak orang terburu-buru ingin menjual hasil panen tanpa benar-benar memahami cara budidaya. Padahal, kualitas tanaman menjadi salah satu faktor yang menentukan keberlangsungan usaha.
Selain itu, Agus optimistis peluang usaha hidroponik masih terbuka dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap sayuran tidak akan berkurang, sementara minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian masih relatif rendah.
Baca Juga: Mengenal Jalur Aktif dan Jalur Mati dalam Dunia Perkeretaapian
"Prospeknya masih bagus. Pertanian dibutuhkan semua orang karena makan itu kebutuhan setiap hari. Sekarang anak muda juga sudah jarang yang mau terjun ke pertanian," pungkasnya.
Editor : Adi Pras