Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Rupiah Makin Loyo! Dolar AS Sentuh Rp17.900, BI Batasi Pembelian Dolar Tanpa Aturan Jelas Mulai Juni 2026

Didi Agung Eko Purnomo • Jumat, 29 Mei 2026 | 20:15 WIB
Ilustrasi uang rupiah - Bansos
Ilustrasi uang rupiah.

SOLOBALAPAN, EKONOMI — Bank Indonesia (BI) akhirnya buka suara merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh rekor terburuk sepanjang sejarah.

Selama periode libur dan cuti bersama Idul Adha 1447 Hijriah hingga Jumat (29/5/2026), kurs mata uang Garuda tersebut terpantau loyo dan sempat menembus level psikologis Rp17.900 per dolar AS.

Berikut adalah ringkasan fluktuasi pergerakan kurs rupiah berdasarkan data Bloomberg dalam dua hari terakhir:

Periode Perdagangan Rincian Pergerakan Kurs Rupiah
Kamis (28/5/2026) Sempat menembus Rp17.900 per dolar AS di pasar spot saat libur Idul Adha, sebelum akhirnya ditutup pada level Rp17.845.
Jumat (29/5/2026) Sempat dibuka menguat di Rp17.820, namun kembali melemah hingga menyentuh Rp17.900, dan ditutup pada level Rp17.880.

Pemicu Utama Melemahnya Rupiah

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa tekanan luar biasa terhadap nilai tukar rupiah ini dipicu oleh kombinasi faktor global dan tingginya lonjakan kebutuhan dolar AS di dalam negeri.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Akui "Stres" Rupiah Nyaris Tembus Rp17.800 per Dolar AS, Tak Lagi Bisa Tersenyum

Secara spesifik, BI membeberkan tiga pemicu utamanya:

Strategi Intervensi BI dan Pembatasan Beli Dolar

Merespons kondisi tersebut, Ramdan menegaskan bahwa bank sentral tidak tinggal diam dan berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas rupiah secara agresif di berbagai lini, atau yang ia sebut dengan "around the world, around the clock".

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.600 dan Impor LPG Bengkak, Kementerian ESDM Buka Suara Soal Nasib BBM hingga Gas Melon

Langkah strategis dan kebijakan baru yang diambil oleh BI antara lain:

Sebagai langkah antisipatif lanjutan, BI juga akan meningkatkan koordinasi dengan otoritas terkait untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas pembelian dolar AS dalam skala besar oleh perbankan maupun korporasi, serta bersiap mengambil kebijakan tambahan jika situasi mendesak.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Dolar AS #rupiah #bank indonesia #Juni