Selamat Hari Demokrasi Internasional, Kenapa Disebut “Demokrasi”? Ternyata Ini Asal-usul Katanya

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 12:07 WIB
Peringatan Hari Demokrasi Internasional 15 September menyimpan sejarah etimologi. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Peringatan Hari Demokrasi Internasional 15 September menyimpan sejarah etimologi. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

SOLOBALAPAN.COM – Setiap 15 September diperingati sebagai Hari Demokrasi Internasional. Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya kenapa sistem pemerintahan yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kekuasaan ini disebut “demokrasi”?

Ternyata, jawabannya bisa ditelusuri hingga bahasa Yunani Kuno. Kata demokrasi memiliki sejarah panjang sebelum akhirnya digunakan dalam berbagai bahasa di dunia, termasuk bahasa Indonesia.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 15 September sebagai Hari Demokrasi Internasional melalui Resolusi Majelis Umum PBB 62/7 pada 2007. Peringatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai demokrasi serta mendorong upaya untuk memperkuat dan mengonsolidasikannya.

Lalu, dari mana sebenarnya kata demokrasi berasal?

Baca Juga: Si Huma Dibuat Tanpa Teknologi Canggih, Begini Susahnya Bikin Animasi Indonesia pada 1980-an

Berasal dari Bahasa Yunani Kuno

Secara etimologis, kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani dēmokratia. Istilah tersebut terbentuk dari dua unsur, yakni dēmos yang berarti “rakyat” dan kratos yang berarti “kekuasaan” atau “pemerintahan”.

Dengan demikian, secara harfiah demokrasi dapat dipahami sebagai kekuasaan atau pemerintahan oleh rakyat. Britannica juga menjelaskan bahwa istilah democracy berasal dari dēmokratia, gabungan dēmos dan kratos, yang digunakan untuk menyebut sistem politik di sejumlah negara-kota Yunani, terutama Athena, pada pertengahan abad ke-5 sebelum Masehi.

Menariknya, unsur dēmos dan kratos juga masih dapat ditemukan dalam sejumlah istilah politik modern. Kata dengan unsur -cracy, misalnya, berkaitan dengan gagasan tentang kekuasaan atau pemerintahan.

Baca Juga: “Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe”, Filosofi Jawa tentang Bekerja Tanpa Banyak Menuntut

Jadi, “Demokrasi” Bukan Berasal dari Kata “Demokrat”

Kalau dilihat sekilas, demokrasi dan demokrat memang tampak seperti dua kata yang sangat berdekatan. Namun, secara pembentukan istilah, keduanya tidak bisa dipahami sebagai “demokrasi” yang kemudian ditambah atau dikurangi begitu saja.

Istilah democracy dalam bahasa Inggris masuk melalui bahasa Prancis Pertengahan dan Latin Akhir, yang pada akhirnya bersumber dari bahasa Yunani dēmokratia. Merriam-Webster juga mencatat bahwa democracy pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris pada akhir abad ke-16.

Sementara dalam bahasa Indonesia, demokrasi telah menjadi kosakata yang digunakan untuk menyebut bentuk atau sistem pemerintahan yang melibatkan rakyat dalam pemerintahan melalui wakilnya. KBBI juga mencatat makna lain, yaitu gagasan atau pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama bagi warga negara.

Dulu “Rakyat” Punya Makna yang Lebih Spesifik

Ada satu hal yang juga menarik ketika membicarakan asal kata demokrasi. Makna dēmos dalam konteks Yunani Kuno tidak selalu identik dengan pengertian “seluruh penduduk” seperti yang mungkin dipahami sekarang.

Dalam kajian mengenai demokrasi Athena, dēmos dapat merujuk pada keseluruhan warga negara. Namun, pada masa itu status sebagai warga negara memiliki batasan tertentu. Tidak semua orang yang tinggal di Athena memiliki hak politik yang sama.

Artinya, meskipun secara bahasa dēmokratia mengandung gagasan tentang kekuasaan rakyat, penerapan demokrasi pada masa Yunani Kuno memiliki konteks sosial dan politik yang berbeda dari demokrasi modern. Oxford Classical Dictionary juga mencatat bahwa dalam konteks Athena, dēmos merujuk pada keseluruhan warga negara, sementara kelompok yang mengkritik demokrasi dapat menggunakannya untuk merujuk pada masyarakat biasa atau kelompok rakyat kebanyakan.

Baca Juga: “Urip Iku Urup”, Filosofi Jawa yang Mengingatkan Anak Muda untuk Tidak Cuma Sibuk Mengejar Diri Sendiri

Sekarang Maknanya Sudah Berkembang

Perjalanan kata demokrasi menunjukkan bahwa sebuah istilah dapat bertahan selama ribuan tahun sekaligus mengalami perkembangan makna sesuai dengan konteks masyarakat yang menggunakannya.

Dalam bahasa Indonesia saat ini, demokrasi bukan sekadar istilah untuk menjelaskan siapa yang memegang kekuasaan. KBBI juga mengaitkannya dengan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama bagi warga negara.

Karena itu, ketika mendengar istilah demokrasi pada Hari Demokrasi Internasional, kita sebenarnya sedang menggunakan sebuah kata yang memiliki jejak sejarah sangat panjang.

Dari dēmos yang berarti rakyat dan kratos yang berkaitan dengan kekuasaan, lahirlah dēmokratia. Kata tersebut kemudian berpindah lintas bahasa dan zaman hingga menjadi democracy dalam bahasa Inggris dan demokrasi dalam bahasa Indonesia.

Editor : Inayah Choirunisa
Sumber : berbagai sumber lain, PBB, KBBI
bahasa rakyat kata demokrasi istilah