SOLOBALAPAN, SIDOARJO — Sebanyak 551 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami keracunan massal yang diduga kuat dipicu usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (2/9/2026).
Para santri yang mengeluhkan gejala mual hebat, muntah-muntah, hingga diare langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit rujukan di wilayah Sidoarjo guna mendapatkan pertolongan medis darurat.
Menyikapi insiden keracunan berskala besar tersebut, otoritas Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur mengambil tindakan tegas dengan membekukan sementara (suspend) operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah selaku penyedia katering makanan sembari menanti hasil uji laboratorium forensik.
Kronologi Gejala Massal Pascakonsumsi Menu Siang dan Sore
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Manbaul Hikam Tanggulangin, K.H. Abdul Wahid Harun, membeberkan bahwa para santri mulai mengonsumsi paket makanan MBG pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Namun, rentang waktu konsumsi terbagi menjadi dua termin lantaran sebagian santri baru memakannya pada sore hari usai menuntaskan agenda jam pembelajaran pondok.
Tanda-tanda keracunan mulai dirasakan para santri sekitar pukul 18.00 WIB petang, di mana satu per satu santri mengeluhkan kram perut, pusing, hingga muntah. Hingga Rabu (2/9/2026) pukul 00.30 WIB dini hari, eskalasi korban terdampak melonjak drastis mencapai 431 anak.
Kiai Wahid turut mengklarifikasi bahwa dapur penyedia MBG bukan berada di dalam lingkungan yayasan pesantren, melainkan dipasok langsung oleh unit penyedia eksternal di luar wilayah Tanggulangin.
Pernyataan Ketua Yayasan Ponpes Manbaul Hikam (K.H. Abdul Wahid Harun): "Santri menyantap menu MBG pada Selasa pukul 12.00 WIB, lalu mulai merasakan gejala keracunan seperti mual, muntah, dan diare sekitar pukul 18.00 WIB. Tidak benar kalau SPPG itu ada di pondok, melainkan disuplai dari SPPG Kalitengah. Total penerima MBG ada lebih dari seribu santri, namun tidak seluruhnya mengalami gejala dan dilarikan ke rumah sakit."
Rincian 440 Ompreng Makanan dan Penjelasan Pendamping SPPG
Keterangan senada dipertegas oleh Pendamping SPPG Kalitengah, Sersan Kepala (Serka) Andik, yang membenarkan adanya musibah keracunan makanan yang menimpa ratusan santri tersebut. Pihaknya mencatat telah menyalurkan sebanyak 440 ompreng paket makanan ke lingkungan Ponpes Manbaul Hikam.
Adapun paket sajian makanan yang dibagikan terdiri atas menu:
-
Nasi putih
-
Telur orak-arik
-
Tumis buncis dan baby corn (jagung muda)
-
Tempe bumbu bali
-
Buah apel segar
Faktor interval waktu penyimpanan makanan antara pengiriman siang hari hingga sebagian paket yang baru disantap pada sore hari diduga turut memengaruhi kelayakan higienitas menu, yang kini menjadi salah satu variabel investigasi.
Sanksi Suspensi dari Badan Gizi Nasional (BGN) dan Investigasi Laboratorium
Merespons peristiwa darurat ini, Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, memastikan bahwa langkah preventif telah diberlakukan secara ketat. BGN telah menghentikan sementara seluruh aktivitas operasional SPPG Kalitengah guna mencegah risiko lanjutan.
Sampel makanan dari sisa menu yang dikonsumsi santri saat ini tengah diperiksa intensif di laboratorium kesehatan daerah untuk mengidentifikasi keberadaan cemaran bakteri, toksin, atau zat berbahaya lainnya.
Pernyataan Wakil Koordinator BGN Regional Jatim (Teguh Bayu Wibowo): "SPPG Kalitengah saat ini sudah kami lakukan suspend sementara. Tim kami tengah menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan secara ilmiah menu makanan mana yang menjadi penyebab keracunan. Nantinya BGN Pusat yang akan menimbang apakah status SPPG tersebut di-suspend sementara atau ditutup secara permanen."
Tabel Pemetaan Fakta Insiden Keracunan MBG Santri Manbaul Hikam Sidoarjo
Guna memberikan pemetaan informasi mengenai kronologi, rincian menu makanan, jumlah korban, serta langkah penindakan instansi terkait secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:
| Parameter Informasi | Detail Fakta & Catatan Kejadian |
| Lokasi Kejadian | Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur |
| Waktu Santap Makanan | Selasa, 1 September 2026 (Pukul 12.00 WIB & sebagian sore hari) |
| Waktu Muncul Gejala | Selasa, 1 September 2026 (Mulai pukul 18.00 WIB) |
| Jumlah Korban Terdampak | 431 Santri (Data hingga Rabu, 2 September 2026 pukul 00.30 WIB) |
| Gejala Klinis | Mual, muntah-muntah, kram perut, dan diare |
| Fasilitas Rujukan | Dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Kabupaten Sidoarjo |
| Unit Penyedia MBG | SPPG Kalitengah, Sidoarjo (Distribusi 440 ompreng) |
| Rincian Menu MBG | Nasi putih, telur orak-arik, tumis buncis & baby corn, tempe bumbu bali, buah apel |
| Tindakan Penegakan BGN | Suspensi Sementara izin operasional SPPG Kalitengah |
| Proses Penyelidikan | Pengujian sampel makanan di laboratorium untuk melacak kontaminasi bakteri/toksin |
| Narasumber Kunci | K.H. Abdul Wahid Harun (Ponpes), Serka Andik (Pendamping), Teguh Bayu W. (BGN) |
Peristiwa keracunan massal di Ponpes Manbaul Hikam menjadi evaluasi kritis bagi standardisasi rantai pasok dan pengawasan mutu program Makan Bergizi Gratis, di mana jaminan sanitasi pangan mulai dari pengolahan hingga durasi simpan sebelum konsumsi wajib diperketat demi menjamin keselamatan anak didik.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo