Sosok Sarjiyono alias Mbetut, Seniman Kethoprak Bantul Meninggal di Panggung Akibat Henti Jantung

Didi Agung Eko Purnomo • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:36 WIB
Viral Pemain Ketoprak di Bantul Meninggal Saat Pentas.
Viral Pemain Ketoprak di Bantul Meninggal Saat Pentas.

SOLOBALAPAN, BANTUL — Jagat media sosial dihebohkan oleh rekaman video seorang seniman ketoprak yang mendadak tumbang dan meninggal dunia saat tengah melakoni pementasan drama tradisional di atas panggung perayaan HUT Kemerdekaan RI di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Peristiwa duka tersebut menimpa Sarjiyono alias Mbetut (62), warga Dusun Ngrame, Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Bantul.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengonfirmasi kebenaran insiden tersebut pada Jumat (21/8/2026) dan memastikan korban mengembuskan napas terakhir murni akibat henti jantung saat berakting di hadapan penonton.

Detik-Detik Ambruk Saat Memerankan Adegan Gandrung

Peristiwa memilukan itu terjadi saat pentas seni ketoprak grup Karya Budaya yang membawakan lakon "Ontran-Ontran Kademangan Dadapan" di halaman rumah warga Dusun Petung RT 03, Bangunjiwo, Kasihan,

Baca Juga: Bukan Sekadar Akting, Inilah Etika dan Komposisi Penting dalam Mewujudkan Pertunjukan Kethoprak yang 'Gayeng'

Awalnya pertunjukan berjalan lancar, namun situasi mendadak hening ketika korban melakukan adegan asmara (gandrung) dengan merangkul lawan mainnya.

Korban tiba-tiba terjatuh tertelungkup ke lantai panggung. Lawan main korban sempat mengira kejadian tersebut hanyalah improvisasi akting pertunjukan.

Keterangan Kasi Humas Polres Bantul (Iptu Rita Hidayanto): "Ketika sedang berakting gandrung memeluk lawan main, korban tiba-tiba jatuh tertelungkup. Lawan mainnya sempat mengira korban sedang berakting. Setelah dicoba dibangunkan, ternyata korban tidak memberikan respons dan diketahui sudah tidak sadarkan diri," terang Rita.

Penanganan Medis di RS PKU Gamping dan Riwayat Penyakit

Melihat korban tidak sadarkan diri, para saksi bersama kru tata suara (sound system) langsung mengevakuasi Sarjiyono menggunakan mobil menuju RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk mendapatkan pertolongan darurat.

Setibanya di instalasi gawat darurat (IGD), tim medis langsung melakukan tindakan penanganan. Namun, pada pukul 00.34 WIB, dokter jaga Dr. Huma Laila Ramadani menyatakan korban telah meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan medis menegaskan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban, melainkan murni serangan henti jantung mendadak yang diperkuat oleh keterangan keluarga terkait riwayat sakit jantung yang dideritanya.

Pihak keluarga yang diwakili sang istri, Siti Rokanah, telah menerima kejadian ini dengan ikhlas dan membawa jenazah almarhum ke rumah duka di Dusun Ngrame untuk dimakamkan.

Tabel Pemetaan Fakta Meninggalnya Pemain Ketoprak di Bantul

Guna memberikan pemetaan informasi mengenai rincian identitas korban, lokasi, kronologi pementasan, serta hasil visum medis secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:

Parameter Informasi Detail Fakta & Catatan Kejadian
Identitas Korban Sarjiyono alias Mbetut (62 Tahun / Seniman Tradisional)
Alamat Domisili Dusun Ngrame RT 02, Tamantirto, Kasihan, Bantul, DIY
Lokasi Kejadian Halaman warga Dusun Petung RT 03, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul
Waktu Peristiwa Selasa, 18 Agustus 2026 sekitar pukul 00.00 WIB
Acara & Kelompok Seni Pentas Agustusan / Ketoprak Karya Budaya (Lakon Kademangan Dadapan)
Kronologi Ambruk Jatuh tertelungkup saat melakoni adegan akting gandrung
Fasilitas Kesehatan RS PKU Muhammadiyah Gamping (Dinyatakan wafat pukul 00.34 WIB)
Penyebab Kematian Henti Jantung (Memiliki riwayat penyakit jantung / Tanpa kekerasan)
Konfirmasi Kepolisian Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto

Dedikasi almarhum Sarjiyono yang terus melestarikan panggung seni tradisi Jawa hingga akhir hayatnya meninggalkan duka mendalam bagi kalangan seniman serta masyarakat Bantul.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
Sarjiyono Bantul Henti Jantung kethoprak seniman