Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal PATH, Kota Bawah Tanah yang Tersembunyi di Bawah Toronto

Kabun TriyatnoL
Di bawah jalanan Toronto, ternyata ada jaringan pejalan kaki sepanjang lebih dari 30 kilometer. Dari stasiun hingga pusat perbelanjaan, semuanya bisa terhubung lewat PATH. (Pinterest)
Di bawah jalanan Toronto, ternyata ada jaringan pejalan kaki sepanjang lebih dari 30 kilometer. Dari stasiun hingga pusat perbelanjaan, semuanya bisa terhubung lewat PATH. (Pinterest)

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM - Ketika berjalan di pusat kota Toronto, Kanada, orang mungkin akan melihat gedung-gedung tinggi, jalanan yang ramai, hingga salah satu menara paling ikonik di negara tersebut, CN Tower. Namun, di balik kehidupan kota yang berlangsung di permukaan, Toronto juga memiliki dunia lain yang tersembunyi di bawahnya.

Dunia tersebut dikenal dengan nama PATH.

Advertisement

PATH bukanlah kota bawah tanah dalam arti sebenarnya. Tidak ada rumah-rumah penduduk atau kawasan kota yang seluruh kehidupannya berlangsung jauh di bawah permukaan.

PATH merupakan jaringan jalur pejalan kaki yang sebagian besar berada di bawah tanah dan menghubungkan berbagai bangunan di pusat kota Toronto.

Jaringan ini membentang lebih dari 30 kilometer dan dipenuhi restoran, pertokoan, layanan, hingga fasilitas hiburan.

Bagi orang yang baru pertama kali mendengarnya, mungkin sulit membayangkan bagaimana sebuah jalur pejalan kaki bisa memiliki panjang puluhan kilometer.

Namun, PATH memang bukan sekadar satu terowongan panjang. Jaringan ini terdiri dari berbagai koridor dan jalur yang menghubungkan satu bangunan dengan bangunan lainnya, menciptakan semacam dunia tersendiri di bawah kawasan pusat kota.

Menurut City of Toronto, lebih dari 75 bangunan terhubung dengan jaringan PATH. Jalur ini juga memberikan akses ke enam stasiun kereta bawah tanah, sembilan hotel, tiga department store, serta Union Station, salah satu pusat transportasi tersibuk di Toronto.

Bahkan, beberapa tempat populer seperti Hockey Hall of Fame, Roy Thomson Hall, Scotiabank Arena, dan CF Toronto Eaton Centre dapat diakses melalui jaringan tersebut.

Itulah yang membuat pengalaman berjalan di PATH terasa berbeda dari sekadar melewati lorong bawah tanah biasa.

Advertisement
Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Solo Last Friday Ride, Cara Pesepeda Menikmati Solo di Malam Hari

Solo Last Friday Ride, Cara Pesepeda Menikmati Solo di Malam Hari

Jumat terakhir setiap bulan menjadi waktu bagi para pesepeda untuk menyusuri Solo lewat Solo Last Friday Ride (SLFR).

Lahir di Solo, Begini Perjuangan Mgr. Soegijapranata Membela Kemerdekaan Indonesia Tanpa Senjata

Lahir di Solo, Begini Perjuangan Mgr. Soegijapranata Membela Kemerdekaan Indonesia Tanpa Senjata

Mgr. Soegijapranata dikenal sebagai uskup pribumi pertama sekaligus Pahlawan Nasional. Bukan dengan senjata, ia ikut mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui diplomasi, komunikasi, dan kepemimpinan.

Spirit of Progress, Kereta Futuristis yang Jadi Kebanggaan Australia pada Era 1930-an

Spirit of Progress, Kereta Futuristis yang Jadi Kebanggaan Australia pada Era 1930-an

Spirit of Progress adalah kereta legendaris milik Victorian Railways yang mulai beroperasi pada 1937. Dengan rangkaian baja tahan karat dan fasilitas yang lebih modern, kereta ini menjadi salah satu ikon perjalanan Austr

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer