Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kunjungan Dedi Mulyadi ke NTT Disorot Pengamat: Singgung Sindrom Selebritas dan Pencitraan

D
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025). Dedi Mulyadi bersama jajaran di Pemerintah Daerah Jawa Barat melakukan koordinasi dan supervisi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait program penyelamatan aset negara, normalisasi sungai, dan pengawasan tata ruang di wilayah Jawa Barat. HANUNG HAMBARA/JAWA POS
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (tengah) keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12/2025). Dedi Mulyadi bersama jajaran di Pemerintah Daerah Jawa Barat melakukan koordinasi dan supervisi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait program penyelamatan aset negara, normalisasi sungai, dan pengawasan tata ruang di wilayah Jawa Barat. HANUNG HAMBARA/JAWA POS

Advertisement

SOLOBALAPAN, BANDUNG — Langkah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang bertolak langsung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menyalurkan bantuan kepada korban bencana menuai sorotan tajam dari pengamat politik.

Kehadiran figur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) tersebut dinilai sarat dengan muatan politik pencitraan demi merawat citra populis di ruang publik dan media sosial.

Pengamat Politik Dedi Kurniansyah menilai agenda kemanusiaan ke luar provinsi dengan membawa rombongan tim besar terbilang tidak efisien dari segi pembiayaan, terlebih Provinsi Jawa Barat sendiri masih dihadapkan pada pekerjaan rumah mendesak seperti tingginya angka kemiskinan dan penanganan banjir pada Sabtu (22/8/2026).

Advertisement

Kritik Politik Populis dan Efisiensi Anggaran Tim Besar

Pengamat Politik Dedi Kurniansyah memandang bahwa aksi menyalurkan bantuan bencana pada dasarnya merupakan tindakan terpuji. Namun, langkah KDM dinilai memiliki tendensi politis untuk mendulang simpati publik secara instan dengan memanfaatkan momentum bencana alam.

Dedi Kurniansyah menyoroti besarnya biaya operasional yang dikeluarkan untuk memberangkatkan tim pendukung dalam jumlah besar ke NTT, yang dinilai tidak sebanding dengan nilai substansi bantuan itu sendiri.

Analisis Pengamat Politik (Dedi Kurniansyah): "Memberi bantuan itu baik, yang buruk adalah muatan pencitraan dan hal yang kurang perlu. Hadirnya Dedi Mulyadi tentu tidak efisien, ia membawa tim besar, pembiayaan di luar nilai bantuan juga pasti turut besar.

Tetapi jika tidak hadir langsung Dedi Mulyadi kehilangan momentum membangun citra populis, terlebih ia juga merangkap sebagai kreator media sosial. Tentu tidak sebanding dengan pemimpin daerah lain yang sama-sama membantu tetapi tidak dijadikan kepentingan politik populis."

Sorotan Sindrom Selebritas hingga Masalah Krusial di Jawa Barat

Lebih lanjut, Dedi Kurniansyah menilai KDM tengah memperlihatkan indikasi sindrom selebritas, yakni kecenderungan untuk terus mendapatkan pengakuan, pujian, dan panggung perhatian publik. Masyarakat diimbau untuk lebih kritis dan tidak mudah terbuai oleh narasi konten di media sosial.

Di sisi lain, pengamat mengingatkan adanya kontras prioritas kepemimpinan, mengingat Jawa Barat masih bergulat dengan persoalan daerah yang membutuhkan perhatian intensif dari kepala daerahnya.

Pernyataan Soal Prioritas Daerah: "Dedi Mulyadi sedang alami sindrom selebritis, haus pujian dan simpati publik. Tingkat kemiskinan masyarakat Jabar juga masih tinggi, tetapi Dedi Mulyadi kurang tertarik karena mungkin punya orientasi politik yang lebih besar," pungkas Dedi Kurniansyah.

Tabel Pemetaan Fakta Kritik Kunjungan Dedi Mulyadi ke NTT

Guna memberikan pemetaan informasi mengenai rincian agenda, sorotan pengamat, serta perbandingan isu daerah secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:

Advertisement
Editor : Didi Agung Eko Purnomo

Artikel Terkait

Dinara Alivi Kinesya Anak Siapa? Maba Unpad Jalur Mandiri yang Viral Tolak Bantuan Kos KDM Banjir Pujian Warganet

Dinara Alivi Kinesya Anak Siapa? Maba Unpad Jalur Mandiri yang Viral Tolak Bantuan Kos KDM Banjir Pujian Warganet

Dinara Alivi Kinesya Anak Siapa? Maba Unpad Jalur Mandiri yang Viral Tolak Bantuan Kos KDM Banjir Pujian Warganet

Kejanggalan Tewasnya Satpam Jatiluhur Diungkap KDM: Korban Sempat Kirim Foto Lama ke Istri Sebelum Ditemukan Meninggal

Kejanggalan Tewasnya Satpam Jatiluhur Diungkap KDM: Korban Sempat Kirim Foto Lama ke Istri Sebelum Ditemukan Meninggal

Kejanggalan Tewasnya Satpam Jatiluhur: Korban Sempat Kirim Foto Lama ke Istri Sebelum Ditemukan Meninggal

10 Pohon Tua di Jalan Riau Ditebang Liar, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Laporkan Kasus ke Gubernur KDM

10 Pohon Tua di Jalan Riau Ditebang Liar, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Laporkan Kasus ke Gubernur KDM

10 Pohon Tua di Jalan Riau Ditebang Liar, Wali Kota Bandung Farhan Laporkan Kasus ke Gubernur KDM

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer