SOLOBALAPAN.COM - Di balik kelancaran perjalanan kereta api, terdapat berbagai profesi yang bekerja memastikan operasional berjalan dengan aman dan tertib.
Salah satunya adalah petugas langsir atau juru langsir, yang bertugas mengatur perpindahan rangkaian kereta, gerbong, maupun lokomotif di area stasiun dan dipo.
Meski jarang terlihat oleh penumpang, profesi ini memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran perjalanan kereta api.
Baca Juga: 5 Inovasi Ramah Lingkungan PT KAI, dari Face Recognition hingga Kereta Hemat Energi
Dikutip dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan ketentuan operasional perkeretaapian, langsir adalah kegiatan memindahkan, menyusun, memisahkan, atau merangkaikan kereta, gerbong, maupun lokomotif dari satu jalur ke jalur lainnya di emplasemen stasiun atau dipo.
Kegiatan ini dilakukan di luar perjalanan kereta api reguler dan harus mengikuti prosedur keselamatan yang ketat.
Petugas langsir bertanggung jawab memandu pergerakan rangkaian kereta saat proses langsiran berlangsung.
Mereka memberikan isyarat kepada masinis agar kereta dapat bergerak dengan aman ketika berpindah jalur, menambah atau mengurangi gerbong, menyusun rangkaian sebelum keberangkatan, maupun memindahkan lokomotif ke jalur tertentu.
Baca Juga: Stasiun Lampegan Berusia Lebih 1 Abad, Penjaga Terowongan Kereta Api Bersejarah di Cianjur
Seluruh kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan instruksi PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api).
Dalam menjalankan tugasnya, petugas langsir harus memastikan jalur yang akan dilalui bebas dari hambatan, kedudukan wesel telah sesuai, serta seluruh rangkaian berada dalam kondisi aman.
Komunikasi yang baik antara petugas langsir, masinis, PPKA, dan petugas operasional lainnya menjadi faktor penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan selama proses langsiran.
Karena bekerja di sekitar jalur rel yang aktif, petugas langsir wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti rompi keselamatan, helm, sepatu keselamatan, serta perlengkapan komunikasi.
Selain itu, mereka juga harus memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku agar dapat menjalankan tugas secara profesional.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah Stasiun Wonokromo di Kota Surabaya
Kegiatan langsiran umumnya dilakukan di stasiun besar, dipo lokomotif, maupun depo kereta yang melayani pembentukan rangkaian kereta api.
Meskipun berlangsung dalam waktu singkat, proses ini memerlukan ketelitian tinggi karena melibatkan pergerakan sarana perkeretaapian di area yang sama.
Keberadaan petugas langsir menunjukkan bahwa operasional kereta api tidak hanya bergantung pada masinis atau kondektur.
Di balik setiap perjalanan kereta yang aman dan tepat waktu, terdapat banyak profesi yang bekerja secara terkoordinasi, termasuk petugas langsir yang memastikan setiap rangkaian siap beroperasi sesuai prosedur.
Editor : Kabun TriyatnoSumber : solobalapan, Berbagai Sumber