Sosok Abdullah bin Fahad Pangeran Arab Saudi yang Meninggal Akibat Overdosis Kombinasi Alkohol dan Narkoba di Hotel Mewah London

Didi Agung Eko Purnomo • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 15:56 WIB
Pangeran Abdullah bin Fahad.
Pangeran Abdullah bin Fahad.

SOLOBALAPAN, INTERNASIONAL — Hasil persidangan koroner di Pengadilan Koroner London Barat mengungkap tabir penyebab kematian tragis seorang anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi al-Saud (29).

Sang pangeran ditemukan meninggal dunia di kamar hotel mewahnya di kawasan Kensington, London Barat.

Meskipun insiden penemuan jasad terjadi pada 25 November 2025 lalu, rincian hasil investigasi medis dan putusan resmi sidang koroner ini baru dipublikasikan secara meluas pada Juli 2026.

Rincian Temuan Toksikologi dan Hasil Autopsi

Pangeran Abdullah ditemukan tak bernyawa di lantai kamar mandi kamar hotel Marriott seharga 600 poundsterling (sekitar Rp12 juta) per malam.

Baca Juga: Bakal Lapor Prabowo! Arab Saudi Berpotensi Jadi Negara Pertama Sasaran Program Makan Bergizi Gratis

Berdasarkan laporan toksikologi resmi, konsentrasi etanol dalam darahnya mencapai 222 mg per 100 ml darah—hampir tiga kali lipat dari batas legal mengemudi di Inggris (80 mg).

Selain konsumsi alkohol dosis tinggi, tim medis forensik juga menemukan campuran berbagai zat terlarang dan obat resep dalam tubuh almarhum:

Putusan Asisten Koroner (Jean Harkin): Hasil investigasi menegaskan tidak ada keterlibatan pihak ketiga maupun indikasi tindakan bunuh diri. Koroner resmi mencatat putusan kematian akibat kecelakaan tak disengaja (death by misadventure) yang disebabkan oleh henti jantung (cardiac arrest) pasca-kombinasi konsumsi zat berbahaya (multi-drug ingestion).

Sempat Menjalani Perawatan Rehabilitasi Mewah

Sebelum insiden tragis tersebut, Pangeran Abdullah diketahui memiliki riwayat ketergantungan terhadap alkohol dan Xanax.

Ia sempat menjalani perawatan medis intensif sebagai pasien rawat inap di Klinik Priory, Roehampton, dengan biaya perawatan mencapai 35.000 poundsterling (sekitar Rp700 juta) per minggu.

Psikiater spesialis yang mendampinginya, Dr. Victoria Chamorro, mengungkapkan bahwa almarhum sempat menunjukkan respons pemulihan yang sangat positif, ramah kepada sesama pasien, serta dinyatakan tidak memiliki risiko bunuh diri saat keluar dari panti rehabilitasi.

Sang pangeran juga sempat melanjutkan pemulihan di klinik Rainford Hall hingga dinyatakan pulih pada 14 Oktober 2025.

Namun, tak lama setelah menyelesaikan program rehabilitasi tersebut, almarhum kembali terjerumus mengonsumsi obat-obatan dan alkohol hingga memicu reaksi fatal di kamar hotelnya.

Tabel Pemetaan Kronologi & Hasil Investigasi Kematian Pangeran Saudi

Guna memberikan pemetaan informasi mengenai rincian latar belakang, temuan medis, serta status hukum secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:

Komponen Informasi Detail Fakta & Catatan Hasil Investigasi
Identitas Korban Pangeran Abdullah bin Fahad al-Saud (29 Tahun)
Lokasi Kejadian Hotel Marriott Kensington, London Barat (Kamar £600/malam)
Waktu Penemuan / Sidang Ditemukan 25 November 2025 | Putusan Koroner Publikasi Juli 2026
Penyebab Utama Henti Jantung (Cardiac Arrest) akibat Multi-Drug Ingestion & Alkohol
Kandungan Toksikologi Alkohol (222 mg/100 ml), GHB, Alprazolam (Xanax), Ganja, & Anti-Kecemasan
Status Hukum Koroner Death by Misadventure (Kecelakaan tak disengaja / Tanpa unsur kriminal)
Riwayat Perawatan Klinik Priory (£35.000/minggu) & Rainford Hall (Selesai 14 Oktober 2025)
Status Akhir Jasad dipulangkan dan dimakamkan di Riyadh, Arab Saudi

Usai seluruh tahapan investigasi resmi serta persidangan di Inggris tuntas diselesaikan, jenazah Pangeran Abdullah bin Fahad telah dipulangkan ke tanah airnya dan dimakamkan secara tertutup di Riyadh, Arab Saudi.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
meninggal Abdullah bin Fahad Pangeran Arab Saudi overdosis alkohol