Soroti Kematian Satpam Sumarna di Waduk Jatiluhur, Dedi Mulyadi Sentil Fasilitas Keamanan Objek Vital Jawa-Bali

Didi Agung Eko Purnomo • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 21:41 WIB
Petugas mengevakuasi jasad seorang petugas keamanan (security) yang ditemukan mengapung di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026). (Istimewa)
Petugas mengevakuasi jasad seorang petugas keamanan (security) yang ditemukan mengapung di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026). (Istimewa)

SOLOBALAPAN, PURWAKARTA — Peristiwa tragis tewasnya petugas keamanan (satpam) bernama Sumarna (43) di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tak hanya menggegerkan warga setempat, tetapi juga memantik perhatian khusus dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Menyambangi langsung kediaman keluarga almarhum pada Selasa (28/7/2026), Dedi Mulyadi dibuat kaget saat mengetahui fakta bahwa lokasi penemuan jasad korban di area tanggul Waduk Jatiluhur ternyata minim fasilitas kamera pengawas (CCTV) dan penerangan jalan yang memadai.

Dedi Mulyadi Pertanyakan Fasilitas Keamanan Objek Vital Nasional

Dalam rekaman video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya (@dedimulyadi71), Dedi tampak mendengarkan penuturan istri almarhum mengenai momen-momen terakhir sebelum Sumarna berangkat tugas sif malam.

Dedi sangat menyayangkan minimnya sistem pengamanan di area Waduk Jatiluhur yang dikelola Perum Jasa Tirta (PJT) II. Menurutnya, kawasan tersebut merupakan objek vital strategis nasional yang menopang Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) untuk pasokan energi wilayah Jawa dan Bali.

Dialog Dedi Mulyadi dengan Petugas/Keluarga: "CCTV ada?" tanya Dedi Mulyadi.

"Enggak ada CCTV, terus penerangan kurang," jawab petugas setempat.

Sentilan Dedi Mulyadi: "Itu kan daerah vital. Bendungan, tanggul. Di tanggulnya enggak dipasang CCTV?... PJT masa tidak punya? Seluruh daerah strategis, daerah vital yang menyangkut keamanan Indonesia. Produksi listrik masa tidak bisa menerangi tempat dia," celetuk Dedi heran.

Momen Terakhir Bersama Sang Istri

Sebelum ditemukan meninggal dunia dalam kondisi memprihatinkan dengan kedua tangan terikat borgol pada Jumat (24/7/2026), sang istri menceritakan bahwa tidak ada kejanggalan aneh pada suaminya.

Sumarna, yang juga mengabdi sebagai anggota Linmas di desanya, hanya sempat mengeluhkan kondisi fisik yang agak lelah usai mengantarkan sang anak ke sekolah.

Penuturan Istri Almarhum Sumarna: "Sebelum berangkat kerja, sempat nyeritain. Ngobrol sama saya... Saya ngingetin 'Pak entar malam ada rapat di desa'. Keluhannya kayak capek gitu, berangkatnya juga agak kemaleman," kenang sang istri.

Polisi Periksa 12 Saksi dan Telusuri Ponsel Korban

Secara terpisah, jajaran Satreskrim Polres Purwakarta terus bekerja ekstra mendalami motif serta memburu pihak yang diduga terlibat dalam tindak pidana ini.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengonfirmasi bahwa hingga kini pihaknya telah memanggil dan memeriksa sedikitnya 12 orang saksi, baik dari lingkaran warga sekitar maupun rekan kerja korban di Perum Jasa Tirta II.

Perkembangan Penyidikan (AKP I Made Purwantara): "Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan, serta kami terus melakukan pengembangan... HP korban sudah kami amankan. Rekaman CCTV (di kawasan PJT II) juga sudah kami periksa, namun hingga saat ini masih dilakukan pendalaman," terang AKP I Made Purwantara.

Tabel Pemetaan Insiden & Evaluasi Pengamanan Waduk Jatiluhur

Guna memberikan pemetaan informasi mengenai rincian peristiwa, catatan evaluasi Gubernur Jabar, serta progres penyidikan kepolisian secara rapi, terstruktur, dan mudah dipahami, berikut adalah rangkuman datanya:

Komponen Informasi Detail Fakta & Catatan Lapangan
Identitas Korban Sumarna (43) (Satpam Waduk Jatiluhur / Anggota Linmas Desa)
Waktu Kejadian Ditemukan meninggal pada Jumat, 24 Juli 2026
Kondisi Fisik Jasad Mengapung di perairan tanggul dengan kedua tangan terikat borgol
Sorotan Dedi Mulyadi Kaget minimnya CCTV & penerangan di area vital PLTA Jawa-Bali
Pengelola Area Perum Jasa Tirta (PJT) II
Status Penyelidikan 12 Saksi diperiksa, barang bukti HP & dokumen CCTV diamankan
Tim Penyidik Satreskrim Polres Purwakarta (AKP I Made Purwantara)

Evaluasi mendasar terhadap sarana pendukung keselamatan kerja dan infrastruktur pengamanan objek vital nasional di Waduk Jatiluhur kini menjadi desakan utama, sembari menunggu kepolisian mengungkap tuntas tabir kematian Sumarna.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
Waduk Jatiluhur Satpam Sumarna dedi mulyadi