SOLOBALAPAN.COM – Kabar baik bagi para lulusan pendidikan dan calon tenaga pendidik di seluruh Indonesia. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Guru akan kembali dibuka pada tahun 2026.
Meski demikian, pemerintah hingga kini masih melakukan perhitungan kebutuhan formasi di berbagai daerah sehingga jadwal resmi pendaftaran belum diumumkan.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menegaskan rekrutmen CPNS Guru tahun ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan guru aparatur sipil negara (ASN) di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Mengenal Semboyan Kereta Api, Sistem Komunikasi yang Menjaga Keselamatan Perjalanan
"Kalau rekrut baru kan PNS itu ada syarat undang-undangnya, seperti usia dan persyaratan lainnya. Saat ini kami masih menghitung jumlah formasi yang akan dibuka," ujar Nunuk saat ditemui di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta.
Menurutnya, hingga saat ini pemerintah belum dapat memastikan kapan proses pendaftaran akan dimulai karena seluruh kebutuhan tenaga guru masih dalam tahap pemetaan.
Tak Ada Kuota Khusus Guru Honorer
Nunuk menjelaskan bahwa seleksi CPNS Guru kali ini dibuka secara umum. Artinya, tidak ada kuota khusus bagi guru honorer yang belum diangkat menjadi ASN.
Meski demikian, guru honorer tetap memiliki kesempatan mengikuti seleksi sepanjang memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah.
"Seleksi dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama sepanjang memenuhi syarat administrasi dan kompetensi," jelasnya.
Baca Juga: Usai Cerai dari Sule, Nathalie Holscher Siap Buka Lembaran Baru Bersama Arief Fadilah Aripat
Berkaitan dengan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT)
Kemunculan seleksi CPNS Guru juga dikaitkan dengan kebutuhan tenaga pendidik di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang mulai beroperasi pada 2026.
Namun, Nunuk menegaskan bahwa rekrutmen CPNS Guru tidak secara khusus ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di SNT.
Menurutnya, seleksi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan guru ASN secara nasional, termasuk di sekolah-sekolah negeri yang masih mengalami kekurangan tenaga pendidik.
Syarat Guru ASN di SNT
Baca Juga: Night Owl, Ketika Malam Menjadi Waktu Paling Produktif
Meski rekrutmen tidak dikhususkan bagi SNT, pemerintah telah menetapkan sejumlah kompetensi yang diharapkan dimiliki guru yang nantinya bertugas di sekolah tersebut.
Adapun persyaratan yang diutamakan antara lain:
- Berstatus Guru PNS.
- Memiliki pendidikan minimal S1, dengan lulusan S2 atau S3 menjadi nilai tambah.
- Menguasai bahasa asing, terutama Bahasa Inggris, yang dibuktikan dengan sertifikat kemampuan bahasa seperti TOEFL atau sertifikat setara.
- Memiliki sertifikat pelatihan, workshop, atau pengembangan profesi di bidang pendidikan.
- Menguasai teknologi pembelajaran digital.
- Memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
- Kreatif dalam proses belajar mengajar.
- Memiliki kemampuan manajemen kelas.
17 Lokasi SNT Mulai Beroperasi Tahun 2026
Pemerintah juga telah menetapkan 17 daerah yang akan menjadi lokasi awal operasional Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), yakni:
- Kabupaten Bogor
- Kabupaten Cianjur
- Kabupaten Gowa
- Kabupaten Bone Bolango
- Kota Tidore Kepulauan
- Ibu Kota Nusantara (IKN)
- Kabupaten Banyumas
- Kabupaten Jepara
- Kota Subulussalam
- Kota Tarakan
- Kabupaten Donggala
- Kabupaten Bolaang Mongondow
- Kabupaten Minahasa Utara
- Kabupaten Kupang
- Kabupaten Buton Tengah
- Kabupaten Tebo
- Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Menunggu Pengumuman Resmi Formasi
Baca Juga: Kereta Api Makin Ramah Pesepeda, Sepeda Lipat Kini Bisa Dibawa Naik Kereta
Kemendikdasmen mengimbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi mengenai jumlah formasi, jadwal pendaftaran, serta mekanisme seleksi CPNS Guru 2026.
Pemerintah memastikan seluruh informasi akan diumumkan secara terbuka setelah proses penghitungan kebutuhan guru nasional selesai dilakukan. Dengan dibukanya rekrutmen ini, diharapkan kekurangan tenaga pendidik di berbagai daerah dapat segera teratasi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan nasional. (an)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com