JAKARTA, SOLOBALAPAN.COM – Dinamika kepemimpinan di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) kembali bergejolak. Baru menjabat selama 45 hari (1,5 bulan), Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya dari lembaga yang mengomandoi program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.
Keputusan krusial itu diumumkan secara personal oleh Nanik melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Rabu (22/7/2026). Masalah kesehatan yang memburuk menjadi alasan utama di balik langkah mundurnya dari pucuk pimpinan BGN.
Dalam unggahannya, Nanik mengaku telah menyampaikan permohonan maaf serta pamit secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto untuk fokus menjalani pengobatan medis di luar negeri.
Baca Juga: Ganasnya Wereng Cokelat Serang 83 Hektar Sawah di Banyudono Boyolali, Pemdes Batan Kerahkan Drone!
"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya. Karena Presiden prihatin dan kasihan dengan saya, Presiden menyetujui," tulis Nanik.
Trauma Pegang Anggaran hingga Wacana Dewan Pengawas
Meski memberikan restu untuk mundur dari jabatan eksekutif, Presiden Prabowo disebut masih meminta Nanik untuk memantau keberlangsungan program MBG dari luar struktur operasional.
"Kemungkinan Presiden akan membentuk Dewan Pengawas di mana saya disuruh menjadi Ketua Dewan Pengawasnya. Kalau mencereweti kayaknya masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang. Sumpah trauma akut," celoteh Nanik mengungkapkan gejolak batinnya selama mengelola anggaran negara.
Pernyataan "trauma pegang uang" ini menjadi sorotan tersendiri, mengingat BGN merupakan lembaga krusial yang mengelola anggaran raksasa demi menopang gizi anak sekolah, petani, peternak, hingga rantai pasok pangan nasional.
Satu Setengah Bulan yang Penuh Gejolak
Jejak Nanik di BGN terbilang sangat singkat namun dramatis. Ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/6/2026) berdasarkan Keppres Nomor 18/M Tahun 2026, menggantikan Dadan Hindayana yang dicopot usai terjerat dugaan kasus korupsi program MBG dan ditetapkan sebagai tersangka.
Dalam kurun waktu 45 hari kepemimpinannya, Nanik dihadapkan pada benang kusut tata kelola program MBG. Salah satu evaluasi kritis yang sempat ia bongkar adalah dampak sistemik saat program libur tiga minggu mengikuti kalender sekolah—yang mengakibatkan komoditas petani, peternak, dan pedagang pasar membusuk karena kehilangan pembeli utama.
Kini, mundur puncaknya kepemimpinan BGN kembali menuntut gerak cepat Istana untuk menentukan sosok pengganti yang tangguh, guna memastikan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis tetap berjalan tanpa hambatan birokrasi maupun masalah hukum. (an)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com