Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pesan Moral Dibalik 3 Babak Utama Wayang Orang

t
Penulis: tim solobalapan❯
Wayang Orang Sriwedari(google search foto Gedung Wayang Orang Sriwedari)
Wayang Orang Sriwedari.

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM-Wayang Orang merupakan seni pertunjukan tradisional Jawa yang menghadirkan cerita pewayangan melalui pemeranan manusia secara langsung. Berbeda dengan wayang kulit yang menggunakan boneka kulit sebagai media pertunjukan, wayang orang menampilkan para tokoh melalui aktor yang mengenakan kostum dan tata rias sesuai dengan karakter yang diperankan.

Cerita-cerita yang umumnya dibawakan bersumber dari kisah Mahabharata dan Ramayana, kemudian dikembangkan melalui dialog, tari, tembang, serta iringan gamelan.

Secara Umum, pertunjukan wayang orang, terutama gaya Surakarta dan Yogyakarta mengikuti sruktur adegan atau alur cerita baku yang disebut pathet. Alur ini menggambarkan perjalanan hidup manusia dari muda, dewasa, hingga mencapai kebijaksanaan.

Alur Babak Pertunjukan Wayang Orang

1.    Pathet Nem(Awal dan Pembukaan), biasa diisi dengan Adegan Kerajaan Utama(Raja berkumpul dengan para mentri dan keluarga untuk membahas suatu masalah atau kabar penting), Adegan Paseban Jawi(Para prajurit di luar istana menerima perintah dari raja dan Bersiap untuk berangkat melaksanakan tugas), Adegan Perang Ampyak(Prajurit berbaris dan meratakan jalan yang akan dilalui rombongan kerajaan), Adegan Perang Bodholan(Pertemuan awal atau perselisihan kecil antara pihak kerajaan dan pihak musuh).

2.  Pathet Sanga(Tengah dan Konflik) berisi Adegan Bambangan/Ksatriya(Ksatriya utama berangkat menuju medan konflik atau pertapaan untuk mencari solusi), Adegan Punokawan/Gara-gara(Adegan komedi yang menampilkan Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Dibalik humornya, babak ini berisi nasihat moral dan Gambaran kekacauan dunia sebelum kebenaran menang), Perang Kembang(Pertarungan antara ksatria dan buto. Adegan ini adalah symbol kemenangan hawa nafsu manusia atas godaan jahat).

3.  Pathet Manyura(Akhir dan Penyelesaian) berisi Adegan Perang Amuk-amukan/Perang Bubruh(pertempuran skala besar antara pasukan kebaikan dan kejahatan), Penyelesaian(pihak antagonis kalah, dan keadilan (Sura Dira Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti) berhasil ditegakkan), Adegan Tayuban/Tancep Kayon(Penutup berupa tarian kemenangan dan tanda bahwa pertunjukan telah selesai).

Alur pertunjukan wayang tidak dibuat secara asal-asalan, melainkan terikat pada pakem tiga babak(pathet) yang mencerminkan filosofi perjalanan hidup manusia. Pada tiga babak tersebut, Pathet Nem menjadi perumpamaan awal/ masa muda/ permulaan hidup, Pathet Sanga sebagai simbol tengah/masa dewasa/ujian/kematangan jiwa, serta Pathet Manyura menjadi bab akhir/ masa tua dalam kehidupan/ simbol kebijaksanaan/penyelesaian dan kematian.(Carrieolis Ratu Lathiifu)

Advertisement
Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Manfaat Zinc Bagi Tubuh: Tingkatkan Sistem Imun Dan Kesehatan Kulit

Manfaat Zinc Bagi Tubuh: Tingkatkan Sistem Imun Dan Kesehatan Kulit

Banyak yang mengira Zinc hanya untuk kesehatan rambut saja. Padahal zinc juga berguna bagi sistem imun tubuh.

Kaya Antioksidan dan Antibakteri, Kenali Manfaat Oregano Yang Sering Jadi Pelengkap Hidangan Pizza

Kaya Antioksidan dan Antibakteri, Kenali Manfaat Oregano Yang Sering Jadi Pelengkap Hidangan Pizza

Daun oregano dikenal sebagai pelengkap hidangan pizza atau pasta. Padahal, banyak sekali khasiatnya bagi kesehatan tubuh.

Mengapa Lidah Buaya Wajib Ada di Rumah? Ini Pilihan Manfaat utamanya

Mengapa Lidah Buaya Wajib Ada di Rumah? Ini Pilihan Manfaat utamanya

Tidak hanya sebagai hiasan dirumah saja tetapi lidah buaya mempunyai manfaat yang luar biasa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer