SOLOBALAPAN, NASIONAL — Sebuah tragedi nahas yang menimpa wanita berusia 20 tahun bernama Elmi Febrianti kini tengah menjadi sorotan tajam di media sosial.
Elmi dilaporkan tewas setelah terjatuh ke laut dari atas tebing karang di kawasan wisata Pantai Apparalang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, saat tengah asyik berfoto.
Belakangan, beredar sebuah rekaman video amatir yang memperlihatkan detik-detik saat korban tengah berjuang meminta pertolongan di tengah gulungan ombak laut.
Namun, yang membuat publik geram bukanlah sekadar insiden jatuhnya korban, melainkan reaksi pasif dari para pengunjung lain di sekitar lokasi kejadian.
Pengunjung Sibuk Menonton dan Merekam
Berdasarkan rekaman video yang diunggah ulang oleh akun X (Twitter) @netizenviral_ pada 8 Mei 2026, terlihat jelas momen saat Elmi berusaha keras menyelamatkan diri dari cengkeraman maut.
Baca Juga: Viral Rusa Makan Sampah di Sriwedari, DPRD Solo Desak Pemkot Benahi Kebersihan dan Pakan
Alih-alih segera mencari bantuan atau melemparkan alat pelampung, sekelompok pengunjung yang berada di atas tebing justru hanya terdiam memandangi korban.
Bahkan, ironisnya, insiden hidup dan mati tersebut justru dijadikan bahan tontonan dan direkam menggunakan ponsel.
"Ironisnya, di sekitar lokasi, orang-orang justru sibuk seolah tak terjadi apa-apa. Alih-alih memberikan pertolongan, juga nampak ada yang menjadikan perjuangan hidup dan mati seorang manusia sebagai tontonan digital yang abadi dalam bingkai rekaman," tulis keterangan dalam unggahan viral tersebut.
Pro Kontra Warganet di Media Sosial
Reaksi pasif para pengunjung yang terekam kamera tersebut langsung memicu gelombang pro dan kontra di kalangan warganet.
Banyak yang mengecam hilangnya empati, namun tak sedikit pula yang memaklumi situasi tersebut mengingat berbahayanya kondisi alam di Pantai Apparalang.
Berikut adalah rangkuman berbagai sudut pandang warganet terkait insiden tersebut:
| Sudut Pandang | Akun Warganet | Tanggapan |
| Kekecewaan Publik | @putra25252 | "Segitu banyaknya orang gak ada yang bantuin apa ya." |
| Faktor Keselamatan Relawan | @irkaaa____ | "Itu kalau bukan yang ahli yang nolong, bukan cuma 1 korban tapi nambah. Ombaknya soalnya gak sembarangan... Jadi bukan gak ada yang mau nolong, tapi ini risiko juga bagi yang nolong." |
| Kritik Budaya Konten | @m_saligia | "Kalau ada kecelakaan di jalan pada ngumpul semua, bukan untuk nolong, tapi bikin konten + lihat-lihat." |
| Saran Pertolongan Alternatif | @kaptenjongker | "Kalau gak bisa nolong karena gak bisa renang setidaknya cari pertolongan." |
Meski mengundang perdebatan panjang mengenai etika di saat darurat, insiden jatuhnya Elmi Febrianti ini menjadi pengingat keras bagi para wisatawan.
Kewaspadaan saat mengambil foto di spot-spot ekstrem, terutama di tepi tebing yang berhadapan langsung dengan laut lepas, harus selalu menjadi prioritas utama demi menghindari musibah serupa.
SOLOBALAPAN, NASIONAL — Sebuah tragedi nahas yang menimpa wanita berusia 20 tahun bernama Elmi Febrianti kini tengah menjadi sorotan tajam di media sosial. Elmi dilaporkan tewas setelah terjatuh ke laut dari atas tebing karang di kawasan wisata Pantai Apparalang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, saat tengah asyik berfoto.
Belakangan, beredar sebuah rekaman video amatir yang memperlihatkan detik-detik saat korban tengah berjuang meminta pertolongan di tengah gulungan ombak laut. Namun, yang membuat publik geram bukanlah sekadar insiden jatuhnya korban, melainkan reaksi pasif dari para pengunjung lain di sekitar lokasi kejadian.
Pengunjung Sibuk Menonton dan Merekam
Berdasarkan rekaman video yang diunggah ulang oleh akun X (Twitter) @netizenviral_ pada 8 Mei 2026, terlihat jelas momen saat Elmi berusaha keras menyelamatkan diri dari cengkeraman maut.
Alih-alih segera mencari bantuan atau melemparkan alat pelampung, sekelompok pengunjung yang berada di atas tebing justru hanya terdiam memandangi korban. Bahkan, ironisnya, insiden hidup dan mati tersebut justru dijadikan bahan tontonan dan direkam menggunakan ponsel.
"Ironisnya, di sekitar lokasi, orang-orang justru sibuk seolah tak terjadi apa-apa. Alih-alih memberikan pertolongan, juga nampak ada yang menjadikan perjuangan hidup dan mati seorang manusia sebagai tontonan digital yang abadi dalam bingkai rekaman," tulis keterangan dalam unggahan viral tersebut.
Pro Kontra Warganet di Media Sosial
Reaksi pasif para pengunjung yang terekam kamera tersebut langsung memicu gelombang pro dan kontra di kalangan warganet. Banyak yang mengecam hilangnya empati, namun tak sedikit pula yang memaklumi situasi tersebut mengingat berbahayanya kondisi alam di Pantai Apparalang.
Berikut adalah rangkuman berbagai sudut pandang warganet terkait insiden tersebut:
| Sudut Pandang | Akun Warganet | Tanggapan |
| Kekecewaan Publik | @putra25252 | "Segitu banyaknya orang gak ada yang bantuin apa ya." |
| Faktor Keselamatan Relawan | @irkaaa____ | "Itu kalau bukan yang ahli yang nolong, bukan cuma 1 korban tapi nambah. Ombaknya soalnya gak sembarangan... Jadi bukan gak ada yang mau nolong, tapi ini risiko juga bagi yang nolong." |
| Kritik Budaya Konten | @m_saligia | "Kalau ada kecelakaan di jalan pada ngumpul semua, bukan untuk nolong, tapi bikin konten + lihat-lihat." |
| Saran Pertolongan Alternatif | @kaptenjongker | "Kalau gak bisa nolong karena gak bisa renang setidaknya cari pertolongan." |
Meski mengundang perdebatan panjang mengenai etika di saat darurat, insiden jatuhnya Elmi Febrianti ini menjadi pengingat keras bagi para wisatawan.
Kewaspadaan saat mengambil foto di spot-spot ekstrem, terutama di tepi tebing yang berhadapan langsung dengan laut lepas, harus selalu menjadi prioritas utama demi menghindari musibah serupa. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo