SOLOBALAPAN.COM – Sebuah truk tangki milik PT Pertamina yang membawa muatan puluhan ribu liter BBM jenis Pertalite dan Solar dilaporkan terbakar hebat.
Peristiwa ini terjadi di ruas Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Kilometer 207 jalur Bandung menuju Cirebon, tepatnya di wilayah Desa Babakan Asem, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, pada Kamis (4/6/2026) siang sekitar pukul 13.00 WIB.
Amukan si jago merah yang melalap armada berkapasitas 25 ribu liter tersebut menimbulkan kobaran api raksasa disertai kepulan asap hitam pekat yang membubung tinggi ke angkasa.
Insiden ini sempat terekam kamera pengguna jalan hingga videonya viral di berbagai platform media sosial. Akibat kebakaran berskala besar ini, total nilai kerugian materiil yang diderita ditaksir menyentuh angka miliaran rupiah.
Baca Juga: Timnas Voli Putri Indonesia Bidik Empat Besar AVC Nations Cup 2026
Kronologi Kejadian dan Dugaan Pemicu Overheat Rem
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dari pihak berwenang, insiden ini bermula dari adanya malafungsi teknis pada sistem mekanis roda bagian belakang.
Sebelum api berkobar mematikan, beberapa saksi mata di sekitar lokasi kejadian bahkan mengaku sempat mendengar adanya suara benturan keras dari arah truk.
“Diduga berasal dari panas rem belakang yang menyebabkan ban terbakar. Setelah itu muncul percikan api dan merembet ke tangki. Dalam proses penanganan, kami juga dibantu petugas Lalu Lintas dan PJR untuk melakukan penutupan jalan,” jelasnya.
“Berdasarkan informasi dari saksi, awalnya terdengar satu kali ledakan. Kondisi kendaraan saat ini hangus terbakar,” terang Danpos Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Sumedang, Yanyan Herdiana.
Beruntung, di tengah besarnya kobaran api yang menghanguskan seluruh badan truk, pengemudi tangki bernama Wawan Hermawan (37), warga Tasikmalaya, dilaporkan berhasil menyelamatkan diri tepat waktu. Kanit 3 Sat PJR Tol Cisumdawu, Iptu Deny Ruhiat, menegaskan bahwa tidak ada korban dalam peristiwa darurat ini.
"Betul (truk tangki Pertamina terbakar), alhamdulillah tidak ada korban," kata Deny.
Evakuasi dan Penanganan Intensif Selama 3 Jam
Guna menjinakkan api yang terus membesar akibat pasokan cairan yang mudah terbakar, tim gabungan dari berbagai lintas sektor langsung diterjunkan ke titik lokasi.
Sistem rekayasa lalu lintas berupa penutupan jalur pun sempat diberlakukan demi menjaga keselamatan pengguna jalan tol lainnya.
“Untuk kebakaran tangki Pertamina yang berisi solar dan Pertalite, kejadian sekitar pukul 13.30 WIB. Kami mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran, ditambah bantuan satu unit dari Majalengka, serta dukungan water supply dari BPBD dan CKJT,” ungkap Yanyan.
Pihak penanggulangan bencana daerah setempat juga mengonfirmasi adanya mobilisasi bantuan tambahan sarana pasokan air bersih agar proses pemadaman dapat berjalan lebih optimal.
“Kami memerlukan bantuan satu unit dari Majalengka, ditambah bantuan BPBD serta water supply dari PDAM,” kata Yanyan.
“Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.30 WIB dan kami melakukan pemadaman sekitar tiga jam bersama tim pemadam. Unit yang digerakkan sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran Sumedang,” terangnya.
Sinergi di lapangan tidak hanya melibatkan unit pemadam, melainkan juga operator jalan tol yang ikut mengamankan perimeter selama masa penutupan jalur berlangsung.
"Lalu lintas saat pemadaman dibantu juga oleh tim PT Jasa Marga untuk mengamankan proses penutupan jalan," beber Yanyan Herdiana.
Baca Juga: Penguatan Potensi Lokal, 332 Mahasiswa KKNT UDB Surakarta Resmi Mengabdi di Kabupaten Gunungkidul
Penuntasan Evakuasi Bangkai Kendaraan
Setelah berjibaku melawan kobaran api selama kurang lebih tiga jam, petugas akhirnya berhasil melakukan proses pendinginan terhadap material tangki agar tidak memicu sisa riak api baru.
“Kami melakukan pemadaman sekitar tiga jam berikut proses pendinginan. Alhamdulillah selama penanganan tidak ada kendala yang berarti,” katanya.
"Untuk kendaraan sudah didinginkan," sambungnya.
Bangkai truk tangki yang telah hangus tersebut selanjutnya dipindahkan dari badan jalan tol menuju lokasi penampungan terdekat agar aspek kelancaran berkendara publik di Tol Cisumdawu dapat kembali berfungsi normal sepenuhnya.
"Kami masih dalami penyebabnya, masih evakuasi dulu kendaraanya," tuturnya. (lz)
Editor : Laila Zakiya