SOLOBALAPAN, NASIONAL — Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mengkaji peluang ekspansi program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke luar negeri.
Arab Saudi berpotensi menjadi negara pertama yang mengimplementasikan program ini, dengan fokus menjangkau anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tengah menempuh pendidikan di sana.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa penjajakan ini bermula setelah dirinya melakukan kunjungan langsung ke Sekolah Indonesia Jeddah pada Minggu (31/5/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan di sela-sela kegiatannya sebagai jemaah haji reguler tahun 2026.
Alasan Utama: Menjawab Aspirasi Siswa di Tanah Suci
Gagasan untuk menghadirkan program MBG di Arab Saudi ternyata lahir dari aspirasi langsung para siswa.
Menurut Dadan, para siswa Sekolah Indonesia Jeddah sangat mengikuti perkembangan program-program pemerintah di Tanah Air dan menyuarakan keinginan mereka untuk turut merasakan manfaat yang sama.
"Mereka mengetahui program MBG yang sedang berjalan di Indonesia dan berharap dapat merasakan program yang sama. Jika disetujui oleh Presiden, ini akan menjadi percontohan pertama di luar negeri," ungkap Dadan saat ditemui di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.
Dadan menilai potensi pengembangan layanan pemenuhan gizi di Arab Saudi sangat besar.
Antusiasme siswa dan tenaga pendidik juga sangat tinggi; terbukti dengan hadirnya ratusan siswa dan puluhan guru untuk menyambut kedatangannya, meskipun kunjungan tersebut dilakukan pada masa libur sekolah.
Data Potensi Penerima Manfaat MBG di Arab Saudi
Berdasarkan hasil tinjauan, terdapat basis siswa yang cukup besar di dua institusi pendidikan Indonesia di Arab Saudi:
| Nama Institusi Pendidikan | Estimasi Jumlah Siswa | Latar Belakang Mayoritas Siswa |
| Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) | ~1.080 Siswa | Keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) |
| Sekolah Indonesia Makkah (SIM) | ~400 Siswa | Keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) |
Rencana Implementasi: SPPG, Menu, dan Persetujuan Presiden
Meski memiliki potensi besar, BGN belum mengambil keputusan final terkait pelaksanaan MBG di Arab Saudi.
Dadan menegaskan bahwa seluruh hasil tinjauan lapangan ini akan terlebih dahulu dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bahan pertimbangan utama.
Jika program ini mendapat lampu hijau dari Presiden, berikut adalah skema rancangan implementasi yang akan dilakukan:
-
Pembentukan Fasilitas: Mempelajari opsi pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan Sekolah Indonesia Jeddah, mengacu pada model kemitraan yang diterapkan di dalam negeri.
-
Koordinasi Lintas Kementerian: Mengingat lokasinya yang berada di luar negeri, eksekusi program ini akan membutuhkan koordinasi ketat dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
-
Penyesuaian Menu Makanan: Menu MBG tidak akan disamaratakan dengan di Indonesia. BGN membuka peluang kombinasi antara makanan khas Indonesia dan menu lokal Timur Tengah, yang sepenuhnya disesuaikan dengan ketersediaan bahan pangan di Arab Saudi tanpa mengorbankan standar gizi.
"Kami melakukan peninjauan terlebih dahulu dan hasilnya akan kami laporkan kepada Presiden untuk melihat kemungkinan pembentukan SPPG di Sekolah Indonesia Jeddah," pungkas Dadan.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo