SOLOBALAPAN.COM - Jagat media sosial kembali ramai membahas video berdurasi 3 menit 21 detik yang populer dengan sebutan video rok hijau tosca adik-kakak di dapur.
Kata kunci tersebut ramai dicari di TikTok hingga X, bahkan masuk ke kolom pencarian berbagai platform dalam beberapa hari terakhir.
Fenomena ini bermula setelah akun TikTok @adekakakdidapur mengunggah video yang kemudian ramai masuk FYP pengguna.
“Mantep jirr kakak rok hijau tosca ini," tulis akun @adekakakdidapur yang dikutip.
Unggahan itu juga disertai sejumlah tagar seperti #adekkakak, #adikvskakak, #rokhijaudapur, hingga #viralvideo yang ikut mendorong penyebarannya di media sosial.
Lalu, mengapa video ini cepat viral dan menjadi buruan warganet?
1. Editan dan Sound Viral Bikin Cepat Masuk FYP
Salah satu faktor yang membuat video tersebut cepat menyebar disebut berasal dari penggunaan gaya edit JJ dan audio yang sedang tren di TikTok.
Konten dengan format semacam ini memang lebih mudah menjangkau audiens luas karena algoritma platform cenderung mempromosikan video dengan elemen yang sedang populer.
2. Cuplikan Pendek Memicu Rasa Penasaran
Banyak pengguna media sosial menilai isi video yang beredar hanya memperlihatkan potongan singkat tanpa konteks penuh.
Karena hanya menampilkan sebagian kecil adegan, muncul rasa penasaran dari pengguna internet yang kemudian mencari versi yang diklaim berdurasi lebih panjang.
3. Narasi “Adik-Kakak” Jadi Pemantik Perbincangan
Tagar #adekkakak dan #adikvskakak ikut memancing spekulasi publik.
Di media sosial, narasi mengenai hubungan kedua sosok dalam video menyebar dari akun-akun anonim. Namun hingga kini, identitas maupun hubungan sebenarnya belum terverifikasi.
Beberapa laporan menyebut video tersebut memperlihatkan seorang pria dan perempuan dengan latar dapur, sementara perempuan tampak mengenakan pakaian lengan panjang hitam dipadukan rok hijau tosca.
4. Setting Dapur Dinilai Tidak Biasa
Faktor lain yang ikut membuat video ini ramai dibahas adalah latar tempatnya.
Suasana dapur yang sederhana justru menjadi detail yang banyak diperhatikan pengguna TikTok dan X. Kombinasi visual sederhana, tagar viral, serta potongan video singkat membuat topik ini cepat menyebar di ruang digital.
Link Viral Mulai Bermunculan, Publik Diminta Waspada
Di tengah tingginya pencarian, mulai muncul banyak tautan yang mengklaim menyediakan “video full tanpa sensor”.
Pakar keamanan digital mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tautan semacam itu.
Mayoritas tautan ini dirancang untuk mengarahkan pengguna ke situs tiruan yang bertujuan mencuri informasi sensitif seperti kata sandi email, data perbankan, hingga pengambilalihan akun media sosial.
Selain pencurian data, tautan mencurigakan juga disebut berpotensi memicu masuknya malware, termasuk trojan dan spyware yang dapat memantau aktivitas pengguna tanpa disadari.
Ada Risiko Hukum bagi Penyebaran Konten
Bukan hanya ancaman keamanan digital, masyarakat juga diingatkan soal konsekuensi hukum dari aktivitas mengunduh atau menyebarkan konten bermuatan asusila.
"Berburu dan membagikan konten seperti ini bukan hanya soal moral, melainkan sudah masuk ranah hukum pidana," beber seorang ahli hukum saat menjelaskan risiko hukum yang mengintai.
Karena itu, pengguna internet diimbau lebih selektif dalam menyikapi tren viral, tidak sembarangan mengeklik tautan asing, serta mengutamakan keamanan data pribadi dibanding mengikuti rasa penasaran sesaat. (lz)
Editor : Laila Zakiya