SOLOBALAPAN, NASIONAL — Kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto saat meninjau langsung Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk, Jawa Timur, mendadak viral dan menuai polemik di jagat media sosial.
Bukan tanpa alasan, perhatian publik justru tercurah pada label harga gas LPG 3 kg atau yang akrab disapa "gas melon" di salah satu stan koperasi.
Di hadapan orang nomor satu di Indonesia tersebut, harga gas subsidi itu dipajang hanya Rp16.000 per tabung.
Kronologi Kunjungan Berujung Kritik Netizen
Momen tersebut terjadi saat Presiden Prabowo melakukan sidak dan meninjau pendistribusian barang-barang kebutuhan pokok di Kopdes Merah Putih pada Sabtu (16/5/2026).
Baca Juga: Sapi Juara Asal Karanganyar Dibeli Presiden Prabowo untuk Kurban Idul Adha
Melalui cuplikan video yang diunggah oleh akun X @jakartatalk pada Senin (18/5/2026), tampak petugas koperasi memperlihatkan tumpukan tabung hijau LPG 3 kg di dekat pintu masuk.
Di stan tersebut, tertera dengan jelas papan informasi harga Rp16.000 per tabung untuk para warga desa.
"Di hadapan Prabowo, harga gas pun langsung turun drastis. Wajar jika beliau selalu yakin kalau Indonesia baik-baik saja," tulis narasi sinis dari akun pengunggah @jakartatalk.
Unggahan ini pun langsung memicu gelombang protes dan kritik tajam dari netizen.
Banyak yang menilai angka Rp16.000 tersebut hanyalah strategi "Asal Bapak Senang" (ABS) agar operasional koperasi terlihat sangat murah dan berkinerja sempurna di mata sang Presiden.
Realitas Harga LPG 3 Kg: Lapangan vs Koperasi Desa
Pemicu kemarahan warganet tak lain karena adanya jurang pemisah yang sangat jauh antara harga formal yang dipajang di koperasi dengan realitas dompet masyarakat sehari-hari.
Berikut adalah perbandingan harga gas LPG 3 kg yang beredar di masyarakat saat ini:
| Komoditas LPG 3 Kg | Harga di Kopdes Viral | Harga Resmi Agen/Pangkalan | Harga Eceran Warung Kelontong |
| Isi Ulang (Refill) | Rp16.000 | Rp18.000 - Rp22.000 | Rp20.000 - Rp25.000 |
| Tabung Baru + Isi | Tidak Tertera | - | Rp200.000 - Rp250.000 |
Masyarakat mengeluhkan bahwa di tingkat pengecer terkecil, harga gas melon sudah tidak pernah lagi menyentuh angka belasan ribu rupiah. Harga sangat bergantung pada rantai distribusi serta jarak wilayah dari pangkalan resmi.
"Harga Tahun Berapa Pak?"
Kolom komentar di berbagai platform media sosial pun seketika dibanjiri reaksi bernada satire hingga kekecewaan dari masyarakat yang merasa realitas hidup mereka sedang dimanipulasi di depan pemimpin negara.
"Buset, the real yang penting bapak seneng. Itu kalau sudah sampai masyarakat harganya Rp22.000-Rp25.000," komentar akun @cursek****.
"Rp16 ribu per tabung ini harga tahun berapa ya pak???" sahut akun @juju*****.
Hingga Selasa (19/5/2026), belum ada tanggapan resmi dari pengurus Koperasi Desa Merah Putih Nglundo maupun dinas terkait mengenai keaslian harga Rp16.000 tersebut—apakah angka itu merupakan harga subsidi khusus anggota koperasi pada hari itu saja, ataukah memang murni kesalahan pencantuman data di lapangan.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo