JAKARTA, SOLOBALAPAN.COM – Jika penetapan 1 Ramadan dan 1 Syawal 1447 Hijriah kemarin sempat diwarnai perbedaan, momen Idul Adha tahun ini dipastikan bakal berlangsung kompak.
Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) pada Minggu (17/5) malam resmi menetapkan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei pekan depan.
Keputusan ini selaras dengan isi maklumat Muhammadiyah yang telah diterbitkan beberapa bulan lalu.
Baca Juga: DPRD Solo Semprot Pemkot Terkait Video Asusila di GOR Manahan: Jangan Bebani Satpol PP Saja!
"Hilal bisa dilihat di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur," ujar Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.
Laporan keberhasilan pengamatan hilal tersebut disampaikan langsung oleh petugas yang telah disumpah oleh pengadilan agama setempat. Berdasarkan hasil pemantauan itu, Sidang Isbat menetapkan 1 Zulhijjah jatuh pada 18 Mei.
"Maka Idul Adha yang diperingati setiap 10 Zulhijjah, jatuh pada Rabu, 27 Mei," tambah Nasaruddin.
Dengan keluarnya hasil keputusan ini, umat Islam dapat segera menjadikannya sebagai acuan pelaksanaan ibadah sepanjang bulan Zulhijjah.
Beberapa di antaranya adalah pelaksanaan puasa sunah Tarwiyah serta puasa Arafah yang diselenggarakan sehari sebelum Idul Adha (9 Zulhijjah).
Baca Juga: Kini Go Public Pacaran dengan Pratama Arhan, Inka Andestha Dulunya Teman Dekat Azizah Salsha?
Posisi Hilal Indonesia Penuhi Kriteria MABIMS
Nasaruddin menambahkan, Sidang Isbat merupakan proses penentuan yang mengintegrasikan data hisab (perhitungan astronomi) serta metode rukyat (pengamatan hilal langsung) di lapangan.
Metode ini juga mengacu pada kriteria yang disepakati oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Sebelum Sidang Isbat dimulai, Kemenag terlebih dahulu melaksanakan seminar posisi hilal berdasarkan perhitungan hisab.
Dari hasil perhitungan tersebut, tinggi hilal untuk wilayah Indonesia terpantau berada di kisaran 3 derajat sampai 6 derajat di atas ufuk.
Angka ini dinilai sudah cukup tinggi, sehingga hilal sangat mungkin dilihat jelas menggunakan teropong oleh para perukyat di lapangan. Laporan dari Lamongan pun menjadi salah satu acuan utama dalam menetapkan awal Zulhijjah kali ini.
Momentum Memperkuat Ukhuwah Islamiyah
Nasaruddin mengaku sangat bersyukur karena tidak ada perbedaan dalam penetapan awal Zulhijjah tahun ini. Kesamaan ini membuat seluruh umat Islam di Indonesia dapat merayakan Hari Raya Idul Adha secara bersama-sama pada 27 Mei mendatang.
Ia pun berharap keselarasan ini bisa menjadi modal sosial yang baik bagi persatuan masyarakat. "Momentum untuk memperkuat ukhuwah sebagai bangsa Indonesia," pungkasnya. (wan/ttg/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto