Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Cerita Pilu Santriwati di YouTube Denny Sumargo: Terungkap Cara Kyai Ashari Perdaya Korban di Ponpes

Didi Agung Eko Purnomo • Sabtu, 9 Mei 2026 | 17:55 WIB
Tampang oknum kiai yang diduga mencabuli 50 santriwati Ponpes Pati, ditangkap di Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (7/5). (Istimewa)
Tampang oknum kiai yang diduga mencabuli 50 santriwati Ponpes Pati, ditangkap di Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (7/5). (Istimewa)

SOLOBALAPAN, PATI — Kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan pondok pesantren kembali mencuat dan menggegerkan publik.

Kali ini, salah satu korban dari Kyai Ashari, pengasuh sebuah pondok pesantren di Pati, Jawa Tengah, berani bersuara mengenai modus operandi yang dilakukan pelaku.

Melalui bincang-bincang di kanal YouTube Denny Sumargo, korban membeberkan bagaimana dirinya diperdaya selama tiga tahun hingga terjebak dalam lingkaran eksploitasi berkedok agama.

Modus "Nurut" dan Pelayanan di Ndalem

Korban menceritakan bahwa selama tiga tahun awal, ia tidak menaruh curiga karena pelaku dikenal sebagai sosok yang baik.

 Kyai Ashari sendiri diketahui tidak mengajar secara rutin, melainkan hanya memberikan ceramah setiap hari Jumat.

Kecurigaan mulai tertutup oleh doktrin kepatuhan santri kepada kyai. Aksi pelaku dimulai dari hal-hal kecil yang dianggap lumrah di kalangan santriwati bagian ndalem (rumah kediaman kyai).

Baca Juga: Cium Istri Orang hingga Paksa Santriwati Telan Cairan Lelaki, Begini Bejatnya Kyai Ashari Si Penggede Ponpes Ndholo Kusumo Pati yang Kini Jadi Tersangka Pencabulan

Doktrin "Penyakit Hati" dan Perintah Guru Mesir

Saat korban mulai terjebak, Kyai Ashari mulai menggunakan narasi agama yang lebih berat untuk menekan mental korban. Pelaku menyebut bahwa korban memiliki banyak penyakit hati seperti iri, dengki, dan fitnah.

Untuk "menyembuhkan" penyakit tersebut, pelaku mengklaim ada instruksi khusus dari guru toriqoh atau ulama dari Mesir. Cara penyembuhannya adalah dengan melakukan aktivitas seksual yang tidak masuk akal.

Dalih Diakui Nabi Muhammad SAW

Puncak dari pelecehan ini adalah ketika pelaku meminta korban melakukan aktivitas seksual yang sangat menyimpang. Kuasa hukum korban menjelaskan bahwa pelaku memaksa korban untuk menelan air maninya.

“Keinginannya agar memasukkan alat kelamin ke mulut agar air mani ditelan agar diakui oleh Nabi, umat, dan guru toriqoh,” ujar kuasa hukum korban dalam tayangan tersebut.

Ayah korban yang turut hadir juga menegaskan bahwa segala tindakan bejat tersebut selalu dibungkus dengan alasan perintah dari otoritas agama yang lebih tinggi guna membuat korban merasa bersalah jika menolak.

Kasus ini kini memicu kemarahan warganet yang mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas tindakan oknum tersebut agar tidak ada lagi santriwati yang menjadi korban manipulasi berkedok agama di masa depan.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Kyai Ashari #YouTube Denny Sumargo #santriwati