Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Waspada Oknum Pedagang Siomay Nakal, Ini Perbedaan Mencolok Daging Ikan Tenggiri dan Ikan Sapu-Sapu

Didi Agung Eko Purnomo • Kamis, 23 April 2026 | 20:30 WIB
Ikan Sapu-sapu.
Ikan Sapu-sapu.

SOLOBALAPAN, KULINER — Bagi para pencinta jajanan kaki lima, kewaspadaan saat membeli siomay kini menjadi hal yang wajib ditingkatkan.

Isu penggunaan daging ikan sapu-sapu sebagai bahan campuran siomay kembali mencuat dan memicu keresahan. Praktik curang ini biasanya dilakukan oknum pedagang demi menekan biaya produksi dan meraup keuntungan lebih besar.

Harga daging ikan sapu-sapu yang hanya berkisar Rp17.000 per kilogram memang sangat jauh di bawah harga ikan tenggiri segar yang bisa mencapai Rp135.000 per kilogram.

Namun, di balik selisih harga tersebut, tersimpan risiko kesehatan yang sangat serius bagi konsumen.

Ciri Fisik: Warna Kusam dan Aroma Janggal

Langkah pertama untuk mendeteksi siomay berbahan ikan sapu-sapu adalah dengan memperhatikan warnanya.

Daging ikan sapu-sapu secara alami memiliki pigmen yang lebih gelap. Hasilnya, siomay yang diproduksi akan tampak kusam dengan warna abu-abu kehitaman. 

Baca Juga: Kenapa DKI Jakarta Musnahkan 6,9 Ton Ikan Sapu-Sapu? Apa Bahayanya? Simak 4 Alasan Ilmiah di Balik Pembersihan Besar-Besaran Ini

Hal ini sangat kontras dengan siomay tenggiri asli yang biasanya berwarna putih pucat dengan semburat abu-abu natural.

Selain warna, aroma juga menjadi indikator kuat. Siomay yang berkualitas memiliki aroma khas ikan yang segar dan tidak menyengat.

Sebaliknya, siomay berbahan ikan sapu-sapu, terutama yang berasal dari habitat kotor, cenderung memiliki bau amis yang sangat kuat disertai aroma janggal yang tidak wajar.

Waspada Harga yang Terlalu Murah

Prinsip "ada harga, ada kualitas" sangat berlaku dalam memilih kuliner ikan.

Jika Anda menemukan pedagang yang menjual siomay dengan harga jauh di bawah standar pasar, patut dicurigai adanya penggunaan bahan baku yang tidak layak.

Perbandingan harga bahan baku yang mencapai hampir delapan kali lipat antara tenggiri dan sapu-sapu menjadi alasan utama mengapa siomay murah sering kali menjadi indikasi adanya kecurangan.

Bahaya Logam Berat dan Merkuri

Pada dasarnya, ikan sapu-sapu tidak mengandung racun secara genetik. Masalah utamanya terletak pada habitat ikan tersebut yang banyak ditemukan di sungai-sungai tercemar, seperti Kali Ciliwung di Jakarta.

Ikan ini memiliki kemampuan bertahan hidup yang tinggi di lingkungan yang mengandung polutan berat seperti merkuri dan timbal.

Berdasarkan data dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, ikan sapu-sapu yang diambil dari perairan tercemar terbukti memiliki kandungan logam berat yang melampaui ambang batas aman.

Jika dikonsumsi terus-menerus, kandungan logam berat ini dapat menumpuk di tubuh manusia dan memicu berbagai penyakit kronis, mulai dari gangguan fungsi hati hingga risiko kanker.

Pilihan tempat membeli yang terpercaya serta ketelitian dalam mengecek fisik makanan menjadi kunci utama agar kita terhindar dari bahaya ini.

Jangan hanya tergiur oleh harga yang ekonomis, namun pertaruhkan kesehatan jangka panjang.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Ikan Sapu-Sapu #Daging Ikan Tenggiri #siomay racing