SOLOBALAPAN.COM - Nama Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo mendadak jadi sorotan nasional setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat malam, 10 April 2026.
Penangkapan ini semakin menyita perhatian karena sang adik kandung, Jatmiko Dwi Seputro, juga ikut diamankan dalam operasi tersebut.
Publik pun mulai mencari tahu latar belakang politik Gatut Sunu Wibowo, termasuk pertanyaan yang paling ramai muncul: sebenarnya Gatut berasal dari partai mana?
Berdasarkan catatan politiknya, Gatut Sunu Wibowo sebelumnya dikenal sebagai kader PDI Perjuangan.
Baca Juga: Mengenal Koreografi Site-Specific: Saat Ruang Publik Menjadi Panggung Utama dalam Seni Tari
Namun sebelum Pilkada Tulungagung 2024, ia memutuskan keluar dari partai tersebut dan bergabung ke Partai Gerindra.
Langkah politik itu berbuah hasil. Gatut berhasil memenangkan Pilkada Tulungagung 2024 bersama pasangannya Ahmad Baharudin dengan raihan 50,72 persen suara.
Ia kemudian menjabat sebagai Bupati Tulungagung periode 2025-2030.
Sebelum menjadi bupati, Gatut juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung periode 2019-2023.
Selain dikenal di dunia politik, ia juga disebut sebagai pengusaha toko bangunan.
Sementara itu, KPK mengungkapkan total ada 18 orang yang diamankan dalam OTT tersebut.
Dari jumlah itu, 13 orang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
"Tiga belas orang diantaranya dibawa ke Jakarta hari ini secara bertahap. Tahap pertama, Bupati, sudah tiba pagi ini. Kemudian siang ini, tahap kedua tim membawa sebelas orang, dan tahap ketiga membawa satu orang," terang Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.
Baca Juga: Nafkah Anak Mandek 9 Bulan, Kuasa Hukum Rachel Vennya Ungkap Okin Tak Penuhi Kesepakatan Rp50 Juta
Menurut KPK, dari 13 orang yang diterbangkan ke Jakarta terdiri atas bupati, 11 pejabat dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, serta satu pihak lain di luar unsur pemkab.
Adik kandung Gatut, Jatmiko Dwi Seputro, diketahui merupakan politisi PDI Perjuangan dan saat ini menjabat anggota DPRD Tulungagung periode 2024–2029. Ia juga termasuk pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.
Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Erma Susanti, membenarkan adanya kader partainya yang ikut dibawa KPK.
"Iya, sementara kami menghormati dan mencermati proses di KPK," ungkap Erma.
Namun hingga kini, peran Jatmiko dalam konstruksi perkara masih belum dijelaskan secara rinci oleh KPK.
Status hukumnya pun masih menunggu hasil pemeriksaan intensif.
KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai dalam operasi tersebut.
Baca Juga: Ruam Pada Campak Berbeda dengan Demem Berdarah Dengue, Begini Cara Membedakannya!
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menyebut nominal sementara mencapai ratusan juta rupiah.
"Ada uang ratusan juta rupiah," ujar Fitroh.
Saat ini KPK masih memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. Hasilnya akan diumumkan melalui konferensi pers resmi.
Kasus ini menjadi perhatian besar karena Gatut Sunu Wibowo baru menjabat sebagai Bupati Tulungagung setelah menang Pilkada 2024.
Kini, karier politik mantan kader PDIP yang beralih ke Gerindra itu tengah berada di ujung tanduk sambil menunggu keputusan resmi dari KPK. (lz)
Editor : Laila Zakiya