JAKARTA, SOLOBALAPAN.COM – Kilau emas kembali bikin mata investor berbinar. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau melonjak tajam pada perdagangan Rabu (8/4).
Hal ini seolah mengingatkan bahwa logam mulia ini masih jadi “safe haven” yang tak pernah kehilangan pesonanya.
Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam naik Rp 50.000 menjadi Rp 2.900.000 per gram. Angka ini lebih tinggi dibandingkan posisi Selasa (7/4) yang berada di level Rp 2.850.000 per gram.
Baca Juga: Kabel Semrawut, PAD Seret: DPRD Sragen Sentil Keras Bisnis Wi-Fi yang Cuma Numpang Lewat
Kenaikan ini bukan sekadar angka—melainkan sinyal bahwa tren penguatan emas masih berlanjut di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Untuk ukuran terkecil, emas 0,5 gram kini dibanderol Rp 1.500.000. Sementara ukuran 5 gram dijual Rp 14.315.000, dan 10 gram menembus Rp 28.550.000.
Adapun untuk ukuran yang lebih besar, harga emas Antam tercatat sebagai berikut:
- 25 gram: Rp 71.210.000
- 50 gram: Rp 142.255.000
- 100 gram: Rp 284.360.000
- 250 gram: Rp 710.590.000
- 500 gram: Rp 1.420.900.000
- 1.000 gram: Rp 2.840.600.000
Tak hanya harga jual, nilai buyback atau harga jual kembali juga ikut terkerek naik. Antam menaikkan buyback sebesar Rp 95.000 menjadi Rp 2.664.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.569.000.
Artinya, bagi masyarakat yang ingin mencairkan emasnya hari ini, harga yang didapat ikut lebih “ramah”—meski tetap di bawah harga beli.
Baca Juga: Berapa Harga Motor Emmo JVX GT? Viral BGN Diduga Siapkan 70 Ribu Motor Listrik untuk Petugas MBG
Menariknya, kenaikan ini membuat investor lama tersenyum lebar. Jika menengok ke belakang, tepatnya 26 November 2022, harga emas Antam masih berada di kisaran Rp 936.000 per gram.
Sebagai ilustrasi, jika seseorang membeli 5 gram emas saat itu dengan modal Rp 4.680.000, maka jika dijual hari ini nilainya bisa mencapai Rp 13.320.000 (belum termasuk pajak).
Artinya? Keuntungan bersih yang bisa dikantongi mencapai Rp 8.640.000—lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa kesabaran dalam investasi emas memang tak pernah mengkhianati hasil.
Di tengah fluktuasi ekonomi dan pasar yang tak selalu ramah, emas kembali menunjukkan satu hal: saat aset lain goyah, logam mulia justru makin bersinar. (an)
Editor : Andi Aris Widiyanto