SOLOBALAPAN.COM – Publik dihebohkan dengan beredarnya narasi video di media sosial yang mengklaim adanya perang antaragama antara kelompok Muslim dan Kristen di Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian dan pemerintah daerah bergerak cepat untuk memberikan klarifikasi demi meredam situasi.
Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Waris Agono, memberikan pernyataan tegas terkait isu sensitif yang mulai memanas di ruang digital tersebut.
Menurutnya, insiden yang terjadi di lapangan bukanlah konflik berbasis agama seperti yang dinarasikan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Kapolda: Bukan Konflik SARA
Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono menegaskan kasus pembunuhan di Halmahera Tengah tidak terkait suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), melainkan dipicu provokasi dan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Kami tegaskan bahwa ini bukan konflik SARA. Ada indikasi kejadian ini dipengaruhi oleh provokasi dan penyebaran informasi yang belum tentu benar," terang Irjen Pol Waris Agono di Ternate, Senin, seperti dilansir SoloBalapan.com dari Antara.
Ia juga menekankan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian belum menemukan bukti adanya keterlibatan kelompok agama atau masyarakat tertentu yang sistematis.
"Kami tegaskan, belum ada petunjuk yang mengarah ke sana," tandasnya.
Duduk Perkara: Bentrok Antarkampung di Patani
Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa sebenarnya adalah konflik antarwarga yang terjadi pada Jumat (3/4) pagi.
Pemicunya adalah temuan jasad seorang warga Desa Banemo di area kebun yang berada di wilayah Desa Sibenpopo, yang kemudian memicu aksi saling serang antarwarga desa tersebut.
Wakapolda Malut Brigjen Pol. Stephen M. Napiun mengamini bahwa insiden ini adalah masalah hukum murni dan perkelahian antarkampung.
"Peristiwa ini adalah murni tindak pidana atau perkelahian antarkampung, bukan konflik agama atau SARA," terang Wakapolda.
Pihak kepolisian pun berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas siapa pelaku di balik pembunuhan yang menjadi pemantik bentrokan tersebut.
Langkah Tegas dan Mediasi Pemerintah
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyatakan pemerintah provinsi telah terjun langsung untuk menjamin keamanan dan mendorong dialog.
Wakil Gubernur Sarbin Sehe bersama jajaran TNI/Polri telah berada di lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.
"Pemerintah hadir untuk memastikan semua pihak merasa didengar, dilindungi, dan mendapatkan ruang yang adil untuk menyampaikan pandangannya," ujar Gubernur Sherly.
Untuk menjaga stabilitas jangka panjang, rencananya Bupati Halmahera Tengah Ikram M Sangaji akan segera mengadakan pertemuan mediasi antara perwakilan Desa Sibenpopo dan Desa Banemo.
Imbauan Masyarakat: Waspada Hoaks dan Provokasi
Di tengah beredarnya potongan video dengan narasi menyesatkan, Kapolda mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
"Jangan sampai isu yang tidak jelas justru memperkeruh situasi dan menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat," tegasnya.
Pihak berwajib juga memperingatkan bahwa penyebar informasi bohong yang bertujuan memecah belah warga akan ditindak secara tegas.
"Siapa pun yang mencoba memecah belah dan memperkeruh situasi akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku," kata Irjen Pol Waris Agono.
Saat ini, sebanyak 250 personel gabungan TNI/Polri telah dikerahkan ke lokasi untuk memastikan keamanan tetap terkendali dan mencegah adanya eskalasi konflik susulan. (lz)
Editor : Laila Zakiya