SOLOBALAPAN, TEKNOLOGI - Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Oracle, mengejutkan dunia industri dengan mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap 30.000 karyawan secara global.
Keputusan pahit ini diambil perusahaan di bawah kepemimpinan Larry Ellison demi mengalihkan fokus sumber daya finansial sepenuhnya pada pengembangan infrastruktur kecerdasan artifisial (AI) yang sedang naik daun.
Eksekusi Cepat via Email "Oracle Leadership"
Proses perampingan ini dilakukan dengan sangat efisien namun dingin.
Puluhan ribu karyawan di Amerika Serikat, India, Kanada, hingga Meksiko dilaporkan menerima email pemberitahuan serentak pada Selasa pukul 06.00 waktu setempat dengan tajuk "Oracle Leadership".
Dalam email tersebut, manajemen menegaskan bahwa hari pengiriman surat elektronik itu menjadi hari kerja terakhir bagi staf yang bersangkutan.
Baca Juga: Viral Pemerintah AS Lakukan Shutdown: PHK di Gedung Putih di Depan Mata, Rupiah Bakal Menguat?
"Setelah mempertimbangkan kebutuhan bisnis Oracle saat ini, kami telah mengambil keputusan untuk menghapus peran Anda sebagai bagian dari perubahan organisasi yang lebih luas," tulis kutipan email tersebut sebagaimana dilansir dari Business Insider, Kamis (2/4/2026).
Seketika setelah email dikirim, perusahaan langsung menonaktifkan seluruh akses komputer, email, hingga dokumen kantor bagi karyawan terdampak untuk menjaga keamanan data perusahaan.
Ambisi AI Senilai Rp170 Triliun
Pemangkasan yang berdampak pada sekitar 18-19% dari total tenaga kerja global Oracle ini bukan tanpa alasan. Strategi ini diperkirakan akan membebaskan arus kas hingga US$10 miliar atau setara Rp170 triliun.
Dana segar hasil efisiensi ini nantinya akan dialokasikan secara khusus untuk memperkuat infrastruktur Cloud dan AI secara global.
Selain restrukturisasi tenaga kerja, Oracle juga mulai menguji coba program agen AI untuk menggantikan tugas administrasi basis data rutin yang sebelumnya memerlukan tim insinyur dalam jumlah besar.
Profil Tokoh: Larry Ellison (Pendiri & Ketua Oracle)
-
Nama Lengkap: Lawrence Joseph Ellison
-
Lahir: Manhattan, New York, 17 Agustus 1944
-
Jabatan: Co-founder, Executive Chairman, dan Chief Technology Officer (CTO) Oracle Corporation.
-
Kekayaan: Salah satu orang terkaya di dunia menurut Forbes, dikenal dengan visi agresifnya dalam mengarahkan Oracle bersaing di pasar Cloud Computing dan infrastruktur AI.
Permintaan AI Melebihi Pasokan
Oracle Chief, Clay Magouyrk, mengonfirmasi bahwa saat ini permintaan terhadap infrastruktur AI sangat tinggi.
Hal ini tercermin dalam sisa kewajiban kinerja (remaining performance obligations) perusahaan yang mencapai angka fantastis Rp9.068 triliun.
"Permintaan untuk infrastruktur AI, baik GPU maupun CPU, terus melebihi pasokan," ujar Magouyrk. Dengan restrukturisasi ini, Oracle berharap dapat bergerak lebih lincah dalam memenangkan persaingan di industri AI tanpa harus menambah beban utang baru pada tahun fiskal 2026.
Pihak manajemen memastikan bahwa seluruh karyawan yang terdampak akan mendapatkan paket pesangon sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku di masing-masing negara. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo