Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Bali 'Meledak'! Antrean Gilimanuk Tembus 15 KM, Polisi Sekat Truk Sumbu Tiga Demi Kelancaran Eksodus Nyepi & Lebaran

Damianus Bram • Senin, 16 Maret 2026 | 13:36 WIB

Aktivitas penyeberangan di lintasan Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang terus menunjukkan perkembangan.
Aktivitas penyeberangan di lintasan Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang terus menunjukkan perkembangan.

SOLOBALAPAN.COM – Pemandangan luar biasa tersaji di jalur utama menuju Pelabuhan Gilimanuk, Senin (16/3/2026).

Ribuan kendaraan terjebak antrean panjang hingga mencapai 15 kilometer dari bibir pelabuhan.

Lonjakan drastis ini dipicu oleh fenomena langka di mana perayaan Hari Raya Nyepi (20/3/2026) jatuh hampir bersamaan dengan Idul Fitri 1447 H (21/3/2026).

Masyarakat berbondong-bondong meninggalkan Bali lebih awal guna menghindari penutupan total pelabuhan saat Nyepi sekaligus untuk mudik lebaran ke kampung halaman.

Penyekatan Truk Sumbu Tiga: Delay System di 4 Titik

Guna mengurangi beban penumpukan di Gilimanuk, Korlantas Polri dan Polda Bali menerapkan langkah tegas dengan menyekat angkutan barang sumbu tiga ke atas di wilayah Denpasar, Badung, dan Tabanan.

Truk-truk besar kini diarahkan masuk ke buffer zone atau kantong parkir darurat.

Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati, menjelaskan truk dari arah Denpasar wajib masuk ke kantong parkir seperti Terminal Pesiapan jika kondisi Gilimanuk sudah penuh.

"Mereka wajib menunggu 2 hingga 3 jam sampai jalur memungkinkan untuk bergerak lagi. Kebijakan diskresi ini agar kendaraan besar tidak berhenti di bahu jalan dan mempersempit ruang bagi mobil pribadi atau motor," tegas AKBP Putu Bayu, seperti dikutip dari Radar Bali (Jawa Pos Group) Senin (16/3/2026).

Antrean Mencapai Kecamatan Melaya

Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol Faizal, melaporkan bahwa ekor antrean saat ini sudah memasuki wilayah Kecamatan Melaya.

Kondisi ini didominasi oleh kendaraan logistik dan kendaraan pribadi yang terus mengalir sejak Minggu (15/3/2026).

Pihak kepolisian menegaskan bahwa kondisi ini bukanlah kemacetan akibat gangguan lalu lintas, melainkan murni antrean menunggu giliran masuk ke kapal.

"Bukan kemacetan tapi antrean penyeberangan. Secara pengaturan berjalan baik oleh satgas bersama polres dan instansi terkait," tambah Dirlantas Polda Bali, Kombes Turmud.

Operasi 32 Kapal dan Strategi 'Tiba Bongkar Berangkat'

Saat ini, sebanyak 32 kapal dikerahkan untuk melayani rute Gilimanuk–Ketapang. Untuk mempercepat proses penguraian antrean, dua unit kapal menerapkan pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) di Pelabuhan Ketapang.

Artinya, kapal tersebut hanya menurunkan penumpang di Banyuwangi dan langsung tancap gas kembali ke Gilimanuk tanpa menunggu muatan dari Ketapang.

Target Steril Jelang Nyepi

Kepolisian menargetkan jalur menuju Selat Bali sudah bersih dari kendaraan berat pada H-1 Nyepi.

Hal ini krusial mengingat pelabuhan akan ditutup total selama perayaan Nyepi berlangsung.

Masyarakat dihimbau untuk terus memantau informasi terkini sebelum memutuskan berangkat ke pelabuhan agar tidak terjebak antrean yang lebih parah. (dam)

Editor : Damianus Bram
#arus mudik #bali #Eksodus #nyepi #Mudik Lebaran 2026 #gilimanuk