SOLOBALAPAN.COM - Jagat media sosial kembali diramaikan dengan kontroversi seputar klaim kesehatan yang diunggah oleh influencer Rizki Novianti, yang dikenal dengan nama Bude Wellness.
Ia menjadi sorotan publik setelah menyebut bahwa penyakit tuberkulosis (TBC) dapat dicegah dan diobati dengan tanaman herbal.
Pernyataan tersebut memicu perdebatan luas di kalangan warganet hingga tenaga medis.
Klaim Herbal untuk TBC Picu Kontroversi
Bude Wellness sebelumnya menyampaikan bahwa TBC bisa ditangani dengan pendekatan alami berbasis tanaman herbal.
"Menurut riset ahli herbal, penyakit TBC bisa dicegah dan diobati melalui cara alami dengan beberapa tanaman herbal," ujarnya.
Pernyataan tersebut langsung menuai kritik dari berbagai pihak karena TBC dikenal sebagai penyakit menular serius yang membutuhkan penanganan medis.
Klarifikasi Doktor Kintoko
Nama Doktor Kintoko kemudian ikut menjadi perhatian publik setelah disebut sebagai sumber informasi yang digunakan oleh Bude Wellness.
Namun, Kintoko menegaskan bahwa pengobatan TBC tidak bisa hanya mengandalkan herbal.
"TBC intinya bisa dilakukan kombinasi terapi dengan OAT dan herbal pada kondisi di mana penggunaan herbal akan mengurangi efek samping dari OAT atau meningkatkan efektivitas OAT," tulisnya, dikutip dari Threads @doktorkintoko.
Penjelasan tersebut menegaskan bahwa herbal hanya bersifat pendukung dan tidak menggantikan terapi utama menggunakan obat medis atau OAT (Obat Anti Tuberkulosis).
Bude Wellness Minta Maaf
Setelah klarifikasi dari Kintoko beredar luas, Bude Wellness akhirnya menyampaikan permintaan maaf atas diksi yang ia gunakan dalam kontennya.
"Terima kasih Dok. Memang sejak awal video saya tidak ada statement herbal bisa meyembuhkan, atau herbal menggantikan obat modern, sesuai literasi dari Doktor," ujar Bude.
Ia juga menegaskan bahwa herbal yang dimaksud berfungsi untuk mendukung sistem imun tubuh.
"herbal jintan hitam dapat mensupport imun sehingga mencegah dan mengatasi TBC," imbuhnya.
Selain itu, ia juga mengakui bahwa penggunaan kata "mengobati" mungkin kurang tepat dalam konteks yang ia sampaikan.
"mohon maaf jika diksi mengobati dirasa- kurang tepat, saya hanya mengadopsi kata mengobati itu dari obat herbal itu sendiri," tambah Bude Wellness kemudian.
Dalam penjelasannya, ia juga menyinggung penggunaan habbatus sauda sebagai salah satu herbal yang dikenal dalam literatur Islam.
"habbatus sauda yang kita kenal sebagai obat dari segala penyakit kecuali kematian, mengacu kepada hadits yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari," tandasnya.
Viral di Media Sosial
Kontroversi tersebut semakin meluas setelah sejumlah warganet membagikan ulang pernyataan Bude Wellness di platform media sosial, khususnya Threads.
"Asli udah di titik muak banget sama Bude ini. TBC loh, TBC pakai herbal? Tolong segera ditindak @kemenkes_ri," komentar warganet.
Tak sedikit pula pengguna media sosial yang meminta pihak berwenang menindak penyebaran informasi kesehatan yang dianggap menyesatkan.
"Desak @kemenkes_ri untuk menindak influencer abal-abal. Ini udah sangat misleading. Tolong @ikatandokterindonesia @idai.jabar @gerindra gue tag siapa lagi tolong lah pusing gue lihat makhluk illness satu ini," tulis @anggunpermatasr.
Bude Wellness Angkat Bicara
Menanggapi polemik tersebut, Bude Wellness menilai bahwa sebagian warganet tidak mengedepankan prinsip tabayyun sebelum menyebarkan informasi.
"Ribut masalah herbal, kenapa muslim zaman sekarang tidak mengedepankan tabbayun, sedikit-sedikit post, sedikit-sedikit post. Tolong gak usah cari bahan buat konten. Buatlah konten murni edukasi, tanpa memfitnah dan hate speech," katanya.
Ia juga menyebut bahwa banyak orang menyimpulkan sendiri tanpa menanyakan secara langsung konteks yang ia maksud.
"Yang ngepost-ngepost itu juga nggak nanya herbal apa yang dimaksud, dan siapa yang meneliti juga Anda nggak tanya ke saya, kok main menyimpulkan sendiri dan membut opini publik," ucap Bude Wellness.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa produk herbal yang direkomendasikan disebut telah memiliki izin resmi.
"Gimana mau laporin ke Kemenkes, penelitinya saja Doktoral herbal dan apoteker saintifikasi jamu kemenkes. Produk-produk terkait juga resmi berizin BPOM. Doktor tersebut berkomunikasi langsung dengan saya memaparkan hasil risetnya dan mendukung saya untuk edukasi tentang manfaat herbal tersebut," sambungnya.
Ia pun menekankan bahwa mempromosikan herbal bukan berarti melarang pengobatan medis.
"Mempromosikan herbal bukan berarti melarang orang berobat medis. Pahami konteksnya ya bapak ibu yang terhormat," tukas Bude Wellness.
Kontroversi ini pun terus menjadi perbincangan di media sosial, sekaligus mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada publik. (lz)
Editor : Laila Zakiya