Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga BBM Nonsubsidi Naik Ikuti Pasar, Dampaknya Disebut Minim, Benarkah?

Alfida Nurcholisah
Penulis: Alfida Nurcholisah❯
Pertamina menyebut kenaikan BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar dan berdampak kecil. (Dok. Raso)
Pertamina menyebut kenaikan BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar dan berdampak kecil. (Dok. Raso)

Advertisement

 

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali terjadi dengan dalih mengikuti mekanisme pasar.

Kebijakan ini disebut telah sesuai regulasi dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas). Namun, di balik klaim tersebut, muncul pertanyaan tentang sejauh mana dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional JBT PT Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan, menegaskan bahwa kenaikan hanya berlaku untuk BBM nonsubsidi, sementara BBM subsidi tetap mengikuti ketentuan pemerintah.

“Untuk jenis subsidi sudah pasti tidak boleh naik sesuai aturan pemerintah. Sementara BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar,” ujarnya, Senin (20/4).

Advertisement

Klaim Konsumsi Rendah, Dampak Disebut Minim

Pertamina menyebut konsumsi BBM nonsubsidi relatif kecil. Produk seperti Pertamax Turbo hanya sekitar 1 persen, Pertamina Dex 4 persen, dan Dexlite 2 persen dari total konsumsi.

Dengan komposisi tersebut, Pertamina menilai dampak kenaikan harga tidak signifikan. Sebaliknya, konsumsi terbesar masih didominasi BBM seperti Pertalite, Pertamax, dan Solar yang mencapai sekitar 90 persen.

Namun, argumen ini tidak sepenuhnya menutup kritik. Sebab, kelompok pengguna BBM nonsubsidi umumnya berada di segmen tertentu yang tetap memiliki peran dalam rantai ekonomi, termasuk sektor logistik dan industri.

Dorongan Tinggalkan Subsidi, Realistis atau Tidak?

Pemerintah juga terus mendorong masyarakat mampu untuk tidak menggunakan BBM subsidi agar distribusinya tepat sasaran. Kebijakan ini diperkuat dengan program subsidi berbasis sistem digital.

Melalui penerapan QR code di SPBU, pembelian Pertalite dan Solar kini dibatasi dan diawasi. Program ini telah berjalan selama beberapa tahun dan diklaim cukup efektif.

Advertisement

Artikel Terkait

Harga Pertamax Green 95 Melonjak Rp 2.550 per Liter! Cek Daftar Lengkap BBM Pertamina Terbaru

Harga Pertamax Green 95 Melonjak Rp 2.550 per Liter! Cek Daftar Lengkap BBM Pertamina Terbaru

Pertamina resmi naikkan harga Pertamax Green 95 Rp 2.550 per liter mulai 2 September 2026. Cek daftar harga BBM terbaru di sini!

Pertamax Resmi Naik, Pengendara Serbu Pertalite di Sukoharjo, Antrean SPBU Jombor Membludak

Pertamax Resmi Naik, Pengendara Serbu Pertalite di Sukoharjo, Antrean SPBU Jombor Membludak

Kenaikan harga Pertamax mulai memicu peralihan konsumen ke Pertalite. Antrean kendaraan di SPBU Jombor Sukoharjo mengular hingga ratusan meter, sementara kuota BBM subsidi belum ditambah.

Pertamina Pangkas Harga BBM Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Turbo Berlaku Mulai Hari Ini, Ini Daftar Terbarunya

Pertamina Pangkas Harga BBM Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Turbo Berlaku Mulai Hari Ini, Ini Daftar Terbarunya

Pertamina Pangkas Harga Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Turbo Berlaku Mulai Hari Ini, Ini Daftar Terbarunya

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer