SOLOBALAPAN.COM - Nama Irawati Puteri mendadak ramai diperbincangkan di media sosial.
Ia disebut-sebut ikut terseret efek domino dari polemik yang lebih dulu menyeret Dwi Sasetyaningtyas dan sang suami, Arya Iwantoro, terkait kepatuhan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Sorotan ini muncul lantaran adanya dugaan bahwa sejumlah awardee LPDP belum kembali ke Indonesia untuk mengabdi, sebagaimana menjadi salah satu syarat utama penerima beasiswa negara tersebut.
Efek Domino Kasus LPDP
Isu ini kembali menguat setelah sebuah cuitan di media sosial menyebut adanya nama lain selain Dwi Sasetyaningtyas yang diduga belum pulang ke Tanah Air.
Cuitan tersebut dibagikan akun X @unmagnetism pada 26 Februari 2026.
"Efek domino dari Mba Saset yang lain jadi ikutan. olom komentar IG-nya udah dibatasi btw," tulisnya dalam unggahan media sosialnya.
Dari sinilah nama Irawati Puteri mencuat dan memancing rasa ingin tahu warganet.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, siapa sebenarnya sosok Irawati Puteri?
Prestasi Akademik Irawati Puteri
Irawati Puteri diketahui merupakan penerima beasiswa LPDP saat menempuh pendidikan S2 di Stanford University.
Saat berkuliah, ia disebut menjadi generasi pertama, perempuan, dan satu-satunya orang Indonesia dalam kelompok terkecil program LLM di dunia.
Ia juga tercatat sebagai satu-satunya penerima penghargaan LPDP Indonesia di Stanford pada tahun 2024.
Tidak berhenti di situ, Irawati bahkan disebut menjadi satu-satunya mahasiswa Master di PhD Minor Universitas Humaniora dan Sains.
Di luar dunia akademik, Irawati dikenal aktif menulis hingga menerbitkan buku puisi ketiga.
Ia juga berprofesi sebagai pelatih siswa untuk kompetisi debat internasional dengan mengelola langsung tiga kelas.
Kini, Irawati juga dikenal sebagai influencer pendidikan dengan pengikut mencapai 45,9 ribu di akun Instagram @irawatiputeri.
Kontennya berfokus pada navigasi visa, peluang pelatihan akademik, hingga asisten penelitian.
Namun di tengah rekam jejak tersebut, muncul dugaan bahwa Irawati menjadi salah satu alumni LPDP yang belum kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studinya.Baca Juga: Benarkah Dwi Sasetyaningtyas Terkenal Problematik Sejak Lama? Pengakuan Kenalan Lawas Soal Istri Arya Iwantoro Bikin Geger
Pernah Viral karena Kisah Inspiratif
Sebelum terseret isu LPDP, nama Irawati Puteri sejatinya pernah viral pada tahun 2023.
Kala itu, ia membagikan kisah hidupnya yang penuh perjuangan sebagai mantan SPG chicken nugget yang berhasil diterima kuliah S2 di Stanford University.
"Saya keterima di Stanford! Mantan SPG chicken nuggget PRJ bisa keterima di Stanford!"
"Aku dari orang susah banget, aku ngajar supaya bisa biayain keluargaku dan kuliah. Waktu diterima di Hukum UI (Universitas Indonesia), aku tetep lanjut ngajar. Ngajar adalah bagian besar dari hidup aku, hence aku pilih lanjut karir dan master di bidang pendidikan,"
Cuitan tersebut menuai respons luar biasa dengan puluhan ribu tanda suka dan ribuan komentar dukungan dari warganet.
Latar Belakang dan Perjalanan Hidup
Sejak kecil, Irawati dikenal sebagai sosok berprestasi.
Ia kerap memperoleh beasiswa sejak bangku sekolah dasar.
Demi membantu keluarga, ia memutuskan menjadi guru les setelah melihat adiknya terpaksa putus sekolah karena keterbatasan biaya.
Saat SMA, prestasinya mengantarkan Irawati memperoleh potongan biaya sekolah yang signifikan.
Ia juga aktif mengikuti berbagai perlombaan akademik dan bekerja sebagai SPG produk chicken nugget demi mencukupi kebutuhan hidup.
Setelah lulus SMA, Irawati berhasil diterima di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran dan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, sebelum akhirnya memilih berkuliah di UI.
Di bangku kuliah, ia menorehkan prestasi sebagai Best Speaker lomba debat dan menyelesaikan studi Sarjana Hukum dalam 4,5 tahun.
Ia kemudian bekerja sebagai Legal and Policy Manager di sebuah Law Firm sejak semester tujuh.
Langkah akademiknya berlanjut dengan mencoba beasiswa LPDP untuk melanjutkan pendidikan S2 di Stanford University.
Ia diterima di jurusan International Comparative Education and International Education Policy Analysis yang disebut hanya menerima sekitar 20 orang per angkatan dari seluruh dunia.
Meski memiliki rekam jejak prestasi yang panjang, kini nama Irawati Puteri kembali menjadi perbincangan publik.
Ia diduga belum kembali ke Indonesia dan belum menjalankan kewajiban pengabdian sebagaimana aturan yang berlaku bagi seluruh alumni LPDP.
Sorotan ini pun menempatkan Irawati Puteri sebagai figur yang ikut diperbincangkan dalam pusaran polemik LPDP, menyusul nama Dwi Sasetyaningtyas dan Arya Iwantoro yang lebih dulu menuai perhatian warganet. (lz)
Editor : Laila Zakiya