Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

File Skandalnya yang Terpublish Seret Nama Trump hingga Bill Clinton, Memang Siapa Sebenarnya Jeffrey Epstein dan Apa Kasusnya?

Laila Zakiya • Senin, 2 Februari 2026 | 11:27 WIB

 

Potret Bill Clinton di Epstein Files yang dirilis ke publik.
Potret Bill Clinton di Epstein Files yang dirilis ke publik.

SOLOBALAPAN.COM - Perilisan jutaan halaman Epstein Files oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat kembali menghidupkan salah satu skandal kejahatan seksual paling kontroversial abad ini.

Arsip yang selama bertahun-tahun tertutup itu kini dibuka ke publik, memunculkan kembali pertanyaan besar: siapa sebenarnya Jeffrey Epstein dan apa kasus yang menjeratnya hingga menyeret nama-nama elite dunia?

Jutaan Dokumen Resmi Dibuka ke Publik

Kementerian Kehakiman AS mengunggah lebih dari tiga juta halaman dokumen, disertai lebih dari 2.000 video dan sekitar 180.000 gambar ke situs resminya pada Jumat (30/1/2026).

Langkah ini merupakan implementasi Epstein Files Transparency Act, undang-undang yang disahkan setelah tekanan publik berbulan-bulan.

“Rilis hari ini menandai berakhirnya proses identifikasi dan peninjauan dokumen yang sangat komprehensif untuk memastikan transparansi kepada publik Amerika dan kepatuhan terhadap undang-undang tersebut,” ucap Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche, dikutip dari Associated Press.

Meski demikian, pemerintah AS menegaskan sebagian materi masih ditahan karena dikhawatirkan mengganggu penyelidikan yang masih berjalan serta membahayakan identitas korban.

Seluruh perempuan dalam materi visual disamarkan identitasnya, kecuali Ghislaine Maxwell.

Mengapa Nama Trump dan Bill Clinton Ikut Disebut?

Dokumen-dokumen yang dirilis memuat catatan penerbangan, foto, serta korespondensi yang menunjukkan kedekatan Epstein dengan sejumlah tokoh ternama dunia.

Beberapa catatan penerbangan mengindikasikan Donald Trump sempat menggunakan jet pribadi Epstein pada 1990-an, sebelum hubungan keduanya memburuk.

Arsip lain juga menampilkan foto Bill Clinton.

Baik Trump maupun Clinton tidak pernah didakwa dalam perkara hukum terkait Epstein dan sama-sama membantah mengetahui aktivitas kejahatan seksual yang dilakukan Epstein.

Rilis lanjutan dokumen ini kembali memicu kontroversi politik.

Wakil Jaksa Agung Todd Blanche menegaskan Gedung Putih tidak terlibat dalam proses penyuntingan dokumen.

“Kami tidak melindungi Presiden Trump. Kami tidak melindungi siapa pun,” ujar  Blanche dalam konferensi pers, dikutip dari The New Arab.

Siapa Jeffrey Epstein?

Jeffrey Edward Epstein adalah seorang finansier Amerika yang lahir pada 20 Januari 1953 dan meninggal dunia pada 10 Agustus 2019.

Ia dikenal memiliki jaringan sosial yang sangat elite di dunia politik dan bisnis global.

Di balik citra sebagai pemodal kaya, Epstein kemudian disebut sebagai salah satu predator seksual terbesar abad ke-21.

Kasus Epstein kembali menjadi sorotan setelah data terbaru Epstein Files dirilis.

Kedekatannya dengan para elite dunia membuat publik mempertanyakan bagaimana ia bisa beroperasi selama bertahun-tahun tanpa tersentuh hukum secara serius.

Kekayaan dan Jaringan Finansial Epstein

Epstein mengumpulkan kekayaannya dengan menyediakan layanan perencanaan pajak dan manajemen kekayaan untuk para miliarder.

Klien terkenalnya adalah Leslie Wexner, pendiri L Brands, yang memberinya kuasa penuh atas urusan keuangan.

Menurut laporan Forbes 2025, sebagian besar kekayaan Epstein antara 1999–2018 berasal dari US$490 juta dalam bentuk fee serta US$310 juta dari hasil investasi.

Saat meninggal, kekayaannya diperkirakan mencapai US$600 juta atau sekitar Rp10 triliun.

Transaksi keuangannya melibatkan ribuan transfer bernilai miliaran dolar melalui bank-bank besar dunia.

Hubungan Epstein dengan Donald Trump

Epstein dikenal memiliki hubungan sosial luas dengan tokoh publik, termasuk Donald Trump.

Trump pernah menyatakan pada 2002 bahwa Epstein adalah "pria yang sangat baik" dan menyebut keduanya telah bersama selama 15 tahun.

Namun, setelah tuduhan terhadap Epstein mencuat, Trump menyatakan telah "berpisah jalan" dengannya sekitar 15 tahun sebelumnya dan mengutuk tindakannya.

Hubungan ini, seperti relasi Epstein dengan banyak elite lainnya, terus menjadi bahan pemeriksaan media dan publik.

Riwayat Kasus Hukum hingga Kematian

Epstein pertama kali tersandung hukum pada 2006 dan pada 2008 mengaku bersalah atas dakwaan meminta layanan prostitusi dari anak di bawah umur dalam kesepakatan hukum yang menuai kritik luas. Ia menjalani hukuman ringan di Florida.

Pada Juli 2019, Epstein kembali ditangkap atas dakwaan federal perdagangan seks anak.

Sebulan kemudian, ia ditemukan meninggal dunia di sel penjara New York.

Kematian Epstein dinyatakan sebagai bunuh diri, namun hingga kini masih memicu berbagai teori konspirasi.

Pada 2021, Ghislaine Maxwell dinyatakan bersalah karena membantu Epstein merekrut korban di bawah umur dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

Mengapa Epstein Files Terus Mengguncang Dunia?

Perilisan Epstein Files tidak hanya membuka kembali luka lama para korban, tetapi juga memunculkan pertanyaan besar soal relasi kekuasaan, uang, dan impunitas.

Meski jutaan dokumen telah dibuka, banyak pihak menilai masih ada fakta penting yang belum sepenuhnya terungkap.

Kasus Jeffrey Epstein pun tetap menjadi simbol gelap tentang bagaimana kejahatan bisa bersembunyi di balik jejaring elite global selama bertahun-tahun. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #donald trump #bill clinton #Epstein Files #jeffrey epstein