SOLOBALAPAN.COM - Nama Kiai Muhammad Imam Muslimin, atau yang akrab disapa Yai Mim, kini menjadi pusat perbincangan dan simpati publik.
Mantan dosen senior UIN Malang ini menjadi korban dari perseteruan sengit dengan tetangganya, Nurul Sahara (pemilik Sahara Rental), yang viral di media sosial.
Akibat konflik yang bermula dari masalah parkir ini, Yai Mim harus menelan pil pahit: kehilangan pekerjaan, terusir dari rumah, dan sempat menjadi bulan-bulanan hujatan warganet sebelum akhirnya opini publik berbalik mendukungnya.
Profil Yai Mim: Akademisi, Kiai, dan Hafiz Al-Qur'an
Di luar kontroversi ini, Yai Mim adalah sosok yang sangat dihormati di lingkungannya.
-
Nama Asli: Muhammad Imam Muslimin
-
Lahir: Blitar, 1966 (Usia 59 tahun)
-
Profesi: Mantan Dosen Senior di UIN Malang dan Pengasuh Pesantren.
-
Kualifikasi: Dikenal sebagai seorang akademisi, pendiri beberapa pondok pesantren, dan seorang Hafiz Al-Qur’an (penghafal Al-Qur'an).
Kronologi Konflik yang Viral
Perseteruan ini berawal dari masalah yang terbilang sepele, namun berbuntut panjang.
-
Masalah Parkir: Konflik dimulai saat mobil-mobil dari usaha rental milik tetangganya, Nurul Sahara, diparkir di jalan umum yang bersebelahan dengan lahan yang diklaim Yai Mim sebagai tanah wakaf.
-
Video Viral Pertama: Nurul Sahara mengunggah video ke TikTok, menuduh Yai Mim dan para mahasiswanya melakukan "penggerudukan" ke rumahnya.
Dalam video itu, Yai Mim yang terganggu oleh suara karaoke justru merespons dengan mengajak mahasiswanya berjoget, yang oleh Sahara dianggap sebagai provokasi.
-
Hujatan Publik: Narasi awal yang dibangun oleh Sahara membuat Yai Mim langsung menjadi sasaran hujatan massal dari warganet.
-
Opini Berbalik: Seiring berjalannya waktu, muncul video-video lain yang menunjukkan konteks lebih utuh, termasuk momen saat Yai Mim berguling-guling di tanah karena emosi dan rekaman saat ia dicecar oleh suami Nurul Sahara.
Fakta bahwa sengketa ini berakar dari klaim tanah wakaf membuat opini publik berbalik 180 derajat.
Dampak Buruk: Kehilangan Pekerjaan dan Rumah
Di puncak viralitas awal yang menyudutkannya, Yai Mim harus menerima konsekuensi terberat.
Berdasarkan pengakuannya, ia dinonaktifkan dari jabatannya sebagai dosen di UIN Malang dan bahkan harus meninggalkan rumah yang ia tempati.
Simbol Perlawanan Terhadap Perundungan Digital
Kini, Yai Mim justru menjadi simbol perlawanan terhadap perundungan digital (cyberbullying).
Kasusnya menjadi contoh nyata bagaimana narasi sepihak di media sosial dapat dengan cepat menghancurkan reputasi seseorang.
Dukungan yang kini mengalir deras untuknya, termasuk dari para figur publik, menjadi bukti bahwa publik mulai menyadari bahaya penghakiman massa di dunia maya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo