Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Sejarah dan Makna Hari Kebangkitan Nasional yang Diperingati Setiap 20 Mei

Damianus Bram • Selasa, 20 Mei 2025 | 18:11 WIB
Foto para pengurus organisasi Budi Utomo.
Foto para pengurus organisasi Budi Utomo.

SOLOBALAPAN.COM – Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).

Tanggal ini menjadi penanda penting dalam sejarah bangsa, saat kesadaran kolektif untuk memperjuangkan kemerdekaan dan persatuan mulai tumbuh dan terorganisir.

Melihat momen ini, SoloBalapan.com merangkum sejarah singkat Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diolah dari berbagai sumber. Simak penjelasannya.

Awal Mula Kebangkitan Nasional

Kebangkitan nasional diawali oleh tumbuhnya kesadaran sebagai satu bangsa yang utuh, bukan sekadar kelompok suku atau wilayah yang terpisah.

Kesadaran ini muncul seiring dengan penderitaan rakyat akibat eksploitasi ekonomi dan politik kolonial Belanda pada awal abad ke-20.

Penderitaan ini kemudian dikritik oleh tokoh Belanda, Eduard Douwes Dekker, lewat novel “Max Havelaar”, yang mengecam keras kebijakan kolonial.

Kritik ini mendorong munculnya Politik Etis—balas budi pemerintah Belanda kepada rakyat jajahannya. Program utamanya meliputi irigasi, edukasi, dan transmigrasi.

Kebijakan tersebut membuka akses pendidikan bagi rakyat pribumi, meski belum merata. Di sinilah muncul kaum intelektual yang kelak menjadi motor kebangkitan bangsa.

Lahirnya Budi Utomo

Baca Juga: Profil Reza Arya Pratama, Kiper PSM Makassar yang Dipanggil Patrick Kluivert ke Timnas Indonesia, Ini Statistiknya

Tonggak kebangkitan nasional dimulai pada 20 Mei 1908, dengan berdirinya organisasi Budi Utomo oleh Dr. Soetomo dan pelajar STOVIA di Batavia (Jakarta).

Organisasi ini menjadi gerakan nasional pertama yang terorganisir, dengan misi utama mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan dan kebudayaan.

Dr. Wahidin Sudirohusodo, tokoh asal Surakarta, turut berperan penting dalam gagasan pendirian Budi Utomo.

Ia mengusulkan pemberian bantuan pendidikan bagi pelajar pribumi berprestasi namun tidak mampu.

Budi Utomo mengusung semboyan "Indie Vooruit" (Hindia Maju), sebagai simbol cita-cita kemajuan bagi seluruh Hindia Belanda tanpa membedakan asal-usul atau golongan.

Meski tidak bergerak di ranah politik, Budi Utomo menginspirasi lahirnya organisasi-organisasi lain yang lebih politis seperti Sarekat Islam, Indische Partij, Muhammadiyah, Taman Siswa, dan lainnya.

Penetapan Harkitnas oleh Presiden Soekarno

Baca Juga: Warga Karo Bangun Patung Jokowi Setinggi 6 Meter Total Biaya Capai Rp2,5 Miliar, Dibayar Gotong Royong Tanpa APBN

Pada tahun 1948, Presiden Soekarno menetapkan 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, bertepatan dengan peringatan 40 tahun berdirinya Budi Utomo.

Penetapan ini bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat nasionalisme di tengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan dari ancaman kolonialisme.

Kemudian, melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959, Harkitnas ditetapkan sebagai Hari Nasional yang Bukan Hari Libur, dan diperingati secara resmi setiap tahun.

Makna Hari Kebangkitan Nasional

Baca Juga: Siapa Sebenarnya Vini Caroline? Sosok Calon Istri Yono Bakrie yang Mencuri Perhatian Publik, Segera Menikah?

Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi pengingat akan pentingnya persatuan nasional, semangat gotong royong, dan kesadaran kolektif sebagai bangsa merdeka.

Dari era penjajahan hingga kini, semangat kebangkitan telah membawa Indonesia melewati berbagai krisis—baik politik, ekonomi, hingga sosial.

Semangat ini harus terus diwariskan lintas generasi sebagai fondasi membangun demokrasi, menjaga kedaulatan, serta mewujudkan keadilan sosial.

Di tengah arus globalisasi dan tantangan zaman, nilai-nilai Hari Kebangkitan Nasional tetap relevan.

Kebangkitan bangsa dimulai dari kesadaran, kolaborasi, dan semangat bersatu seluruh anak bangsa untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik. (dam)

Editor : Damianus Bram
#20 mei #Budi Utomo #sejarah #stovia #hari kebangkitan nasional #dr soetomo #harkitnas