SOLOBALAPAN.COM – India meluncurkan serangan rudal ke wilayah Pakistan dan Kashmir yang dikuasai Pakistan pada Rabu dini hari, 7 Mei 2025.
Serangan ini menandai eskalasi militer terbaru dalam konflik panjang antara dua negara bertetangga yang bersenjata nuklir tersebut.
Ledakan terdengar di berbagai wilayah seperti Bahawalpur, Muridke, Bagh, Muzaffarabad, dan Kotli.
Ini menandai babak baru dari ketegangan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Juru bicara militer Pakistan, Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry, kepada Al Jazeera mengonfirmasi bahwa rudal India menghantam empat lokasi di Punjab dan dua di Kashmir yang dikuasai Pakistan.
“Serangan terjadi sekitar pukul 01.00 waktu setempat,” ujar Chaudhry.
Serangan paling parah terjadi di Ahmedpur Sharqia, dekat Bahawalpur, di mana sebuah kompleks masjid dihantam. Lima orang tewas, termasuk seorang anak perempuan berusia tiga tahun.
Militer Pakistan menyebut sedikitnya 26 warga sipil tewas akibat serangan dan penembakan India di sepanjang perbatasan.
Di sisi lain, India melaporkan 12 korban jiwa, termasuk warga sipil dan personel keamanan, akibat penembakan balasan Pakistan.
India Klaim Targetkan Infrastruktur Teroris
Baca Juga: Viral Emosi Megawati Hangestri, Umar Hasibuan Sebut Star Syndrome
Kementerian Pertahanan India mengumumkan bahwa operasi militer ini dinamakan “Operasi Sindoor” dan menyasar sembilan lokasi di wilayah Pakistan.
India menyatakan serangan ini ditujukan pada “infrastruktur teroris”, bukan fasilitas militer Pakistan.
“Tindakan kami terarah, terukur, dan tidak bersifat eskalatif,” kata pernyataan Kementerian Pertahanan India.
“India telah menunjukkan pengendalian diri yang cukup besar.”
India menuduh bahwa wilayah Pakistan digunakan untuk merencanakan serangan-serangan terhadap India, termasuk serangan mematikan di Pahalgam, Kashmir, pada 22 April 2025.
Pemicu Perang: Serangan Brutal di Kashmir India
Serangan terhadap rombongan wisatawan di Lembah Baisaran, Pahalgam disebut sebagai pemicu utama konflik ini.
Dalam tragedi ini, 26 orang tewas, termasuk 25 wisatawan dan satu penunggang kuda lokal.
Kelompok militan The Resistance Front (TRF) dituding sebagai pelaku oleh India. Pemerintah India mengklaim bahwa TRF mendapat dukungan dari Pakistan, meski Pakistan telah membantah tuduhan itu.
Pakistan mengecam serangan tersebut, namun meminta penyelidikan internasional yang netral atas insiden itu, dan menolak keterlibatannya.
Pakistan Aktifkan Jet Tempur, Balas Serangan
Setelah serangan rudal India, Pakistan langsung mengaktifkan sistem pertahanan dan menerbangkan jet-jet tempurnya.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengunggah pernyataan di platform X (dulu Twitter), menyebut bahwa Pakistan telah membalas serangan India.
“Kami tidak akan diam. Balasan sedang diberikan,” tulis Shehbaz.
Konteks Historis: Konflik Abadi di Kashmir
Konflik India-Pakistan terutama berakar dari sengketa wilayah Kashmir, yang telah memicu tiga perang besar sejak 1947.
India menuduh Pakistan mendukung kelompok pemberontak di wilayah yang mayoritas Muslim itu.
Sementara itu, Pakistan menyatakan hanya memberikan dukungan moral dan diplomatik bagi perjuangan rakyat Kashmir untuk menentukan nasibnya sendiri.
Konflik ini telah menelan puluhan ribu korban jiwa, dan setiap insiden bersenjata seperti ini meningkatkan risiko pecahnya perang terbuka antara dua negara pemilik senjata nuklir. (dam)
Editor : Damianus Bram