Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Mahasiswa dan Masyarakat Gelar Aksi di DPRD Solo, Nyanyikan Lagu 'Bayar Bayar Bayar' hingga Tampilkan Teatrikal Kritik Sosial!

Fauziah Akmal • Jumat, 28 Februari 2025 | 00:53 WIB

Aksi demonstrasi sejumlah mahasiswa dan elemen masyarakat di depan gedung DPRD Solo, Kamis sore (27/2).
Aksi demonstrasi sejumlah mahasiswa dan elemen masyarakat di depan gedung DPRD Solo, Kamis sore (27/2).

SOLOBALAPAN.COM - Aksi demonstrasi mahasiswa dan elemen masyarakat di depan gedung DPRD Solo, Kamis sore (27/2), berlangsung dengan lantunan lagu Bayar Bayar Bayar milik band punk Sukatani.

Lagu bernuansa kritik sosial itu dinyanyikan bersama di tengah aksi sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan yang dianggap merugikan rakyat.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Solo, massa tiba di lokasi sekitar pukul 15.45 WIB, membawa berbagai atribut aksi, termasuk keranda yang ditaburi bunga sebagai simbol matinya harapan terhadap kebijakan yang tidak berpihak pada masyarakat.

Baca Juga: Kenapa Ghazyendha Aditya Pratama Viral? Ternyata Gegara Diduga Suka Flexing hingga Lakukan Hal Ini

Selain itu, beberapa spanduk bernada protes turut dikibarkan, di antaranya bertuliskan "Pembohong Masyarakat", "Rakyat Menuntut", "RIP Dewan Perwakilan Rakyat", hingga "Dewan Perwakilan Rakyat".

Isu kebebasan berkesenian menjadi salah satu poin utama dalam aksi ini.

Seorang orator menyoroti pemberedelan lukisan karya Yos Suprapto serta penarikan lagu Bayar Bayar Bayar dari platform musik digital.

Massa menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk pembungkaman ekspresi yang bertentangan dengan kebebasan berkesenian.

Baca Juga: Benarkah Realme C75x Tahan Air? Lalu, Bagaimana dengan Kualitas Gambarnya? Berikut Info Lengkapnya!

Tak hanya berorasi, aksi juga diwarnai dengan teatrikal yang menggambarkan seorang anggota DPR yang lehernya diikat tali dengan kedua tangan terpasung, melambangkan ketidakberdayaan rakyat dalam menghadapi kebijakan yang dinilai tidak adil.

Selain itu, mereka juga membawakan tembang kritik sosial karya Ki Purbo Asmoro, mempertegas pesan yang ingin disampaikan.

Mayoritas peserta aksi mengenakan pakaian serba hitam sebagai bentuk solidaritas. Mereka mempertanyakan tindak lanjut dari aksi sebelumnya yang telah menyampaikan enam poin tuntutan kepada pemerintah melalui DPRD Solo.

Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi pada Rabu (19/2) lalu, di mana mereka menyerahkan lembar pernyataan sikap yang ditandatangani oleh Koordinator Aksi dan Demonstrasi BEM Solo Raya, Syaiful, serta beberapa anggota DPRD Solo seperti Herson Rikumau (PSI), Sakidi (PKS), dan Ngadiyo (PDIP).

Baca Juga: Viral Klasemen Liga Korupsi Indonesia! Pertamina Oplos Pertamax Duduki Peringkat 2, PT Timah Masih Tak Tergoyahkan

Syaiful menegaskan bahwa jika dalam tiga hari tuntutan mereka tidak dipenuhi, maka aksi susulan akan kembali digelar dengan jumlah massa yang lebih besar.

"Selama tiga hari tuntutan kita tidak tercapai, maka kita siap untuk aksi kembali datang sebagai penuntutan kedua kalinya dengan komitmen bahwasanya massa kita yang akan kita bawa lebih banyak," tegas Syaiful kala itu.

Demonstrasi ini menjadi bentuk tekanan terhadap pemerintah agar lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat, terutama dalam hal kebebasan berkesenian dan hak berekspresi. (zia)

Editor : Nindia Aprilia
#dprd #demonstrasi #mahasiswa #Sukatani #Bayar Bayar Bayar #solo #band punk