SOLOBALAPAN.COM - Sherly Tjoanda resmi dilantik sebagai Gubernur Maluku Utara dalam upacara pelantikan yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (20/2/2025).
Ia menjadi salah satu dari 961 kepala daerah dan wakil kepala daerah yang dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.
Namun, perjalanan Sherly menuju posisi ini tidaklah mudah. Di balik pencapaiannya sebagai pemimpin daerah, ia menyimpan kisah kehilangan mendalam atas kepergian sang suami, Benny Laos, yang gugur dalam tugas.
Duka Mendalam atas Kepergian Benny Laos
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Sherly mengenang sosok Benny Laos, almarhum suaminya yang tidak hanya menjadi pasangan hidup, tetapi juga figur pelindung dan pendukung utama dalam hidupnya.
"Saya tidak pernah membayangkan hidup saya akan berubah secepat ini. Kehilangan suami adalah pukulan terberat yang pernah saya alami. @benny.laos bukan hanya pasangan hidup saya, tetapi juga ayah bagi anak-anak kami, tempat saya berbagi suka dan duka, serta sosok yang selalu mendukung dan melindungi saya dalam setiap langkah," tulisnya.
Benny Laos dikenal sebagai sosok pemimpin yang berdedikasi dan memiliki peran besar dalam pemerintahan di Maluku Utara.
Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan masyarakat yang mengenalnya.
Perjalanan Menuju Kursi Gubernur Maluku Utara
Sherly Tjoanda mengakui bahwa dirinya tidak memiliki pengalaman birokrasi sebelum menjabat sebagai gubernur.
Namun, dengan tekad kuat, ia siap belajar dan bekerja keras untuk menjalankan amanah yang diberikan kepadanya untuk menggantikan peran suaminya yang meninggal usai terjadi ledakan kapal.
"Saya datang tanpa pengalaman birokrasi, hanya dengan niat tulus untuk bekerja dan belajar. Bukan tugas yang mudah, tetapi saya percaya, jika saya bisa menghadapi kehilangan terbesar dalam hidup saya, maka saya juga bisa menghadapi tantangan ini," ungkapnya.
Di tengah kesibukannya sebagai seorang pemimpin daerah, Sherly juga harus menjalankan peran sebagai orang tua tunggal bagi ketiga anaknya setelah kepergian Benny Laos.
"Mereka kehilangan ayah, dan saya harus mengisi peran itu, menjadi ibu sekaligus ayah bagi mereka. Berat? Tentu saja. Ada malam-malam ketika saya menangis sendiri, merasa rindu, merasa takut, merasa tak sanggup. Tapi setiap kali saya melihat koko, cece, dan Edrick, saya tahu saya tidak bisa menyerah," tambahnya.
Menjadi gubernur sekaligus ibu tunggal bukanlah perjalanan yang mudah.
Sherly mengakui bahwa di banyak momen, ia merasa ragu dan bertanya-tanya apakah dirinya cukup kuat untuk menghadapi semua ini.
"Kadang saya bertanya-tanya, apakah saya cukup kuat? Tapi saya selalu menemukan jawabannya dalam hati: kekuatan saya berasal dari cinta. Cinta saya kepada anak-anak, kepada suami, kepada masyarakat yang telah mempercayakan amanah ini kepada saya," ujarnya.
Meski dihadapkan dengan berbagai ujian, Sherly tetap berpegang teguh pada keyakinannya bahwa selama ia memiliki ketulusan dan kerja keras, ia akan mampu menjalani peran ini dengan baik.
"Saya mungkin lelah, tapi saya tidak akan menyerah. Saya mungkin jatuh, tapi saya akan selalu bangkit. Karena saya tahu, saya tidak sendiri. Ada doa, ada harapan, ada tangan-tangan yang siap membantu," tutupnya dalam unggahan tersebut.
Sherly Tjoanda resmi menjabat sebagai Gubernur Maluku Utara, melanjutkan perjuangan suaminya yang gugur dalam tugas.
Di tengah kesedihan dan tantangan besar, ia tetap teguh menjalankan amanah, baik sebagai pemimpin daerah maupun sebagai ibu bagi anak-anaknya.
Editor : Nindia Aprilia