Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Legenda Patung Gajah Putih di Solo Raya, Diyakini Bisa Kabulkan Permintaan!

Nindia Aprilia • Rabu, 28 Februari 2024 | 17:52 WIB
Patung Gajah Putih untuk Melakukan Tradisi Caos Dhahar.
Patung Gajah Putih untuk Melakukan Tradisi Caos Dhahar.

SOLOBALAPAN.COM - Patung gajah putih diyakini oleh masyarakat setempat dapat Mengabulkan pemintaan yang meminta hajat (keinginan).

Masyarakat meyakini bahwa jika akan mengadakan acara hajatan maupun acara khitanan, mereka melakukan tradisi yang sering disebut Caos Dhahar.

Tradisi Caos Dhahar ini adalah tradisi bancakan di mana orang yang memiliki hajat akan membawa makanan untuk di makan bersama di dekat patung gajah putih.

Makanan yang dibawa diantaranya ayam utuh, buah-buahan, dan nasi tumpeng.

"Orang-orang yang meyakini pasti melakukan tradisi ini, bahkan pengunjung banyak yang berdatangan dari luar kota untuk upacara, berdoa, dan menyembah patung gajah putih," jelas Powang (42) juru kunci Museum Gajah Putih pada Selasa, (27/02).

Jika ingin melakukan tradisi ini tidak ada ketentuan pada waktu tertentu. Semua orang bisa melakukan tradisi ini kapan pun asal memiliki hajat atau keinginan.

Selain khitanan dan pernikahan, musim panen juga menjadi ajang tradisi Caos Dhahar ini. Cerita mistis yang terdapat dalam acara ini juga sangat kental.

Patung gajah putih ini berada di Taman Gajah putih yang beralamat di Dusun II, Cepokosawit, Kecamatan, Sawit, Kabupaten Boyolali.

Masyarakat sekitar masih percaya akan tradisi ini. Terutama ada empat RT di desa Cepokosawit yang masih percaya dan meyakini tradisi Caos Dhahar.

Seperti yang telah dijelaskan oleh Seno (43) warga desa Cepokosawit, "warga sini masih percaya hal itu terutama ada empat RT yang tidak berani meninggalkan tradisi Caos Dhahar."

Selain masyarakat setempat yang percaya dan masih melakukan tradisi Caos Dhahar ini, wisatawan non Islam juga berkunjung untuk melakukan tradisi ini.

Mereka biasanya membawa dupa, bunga, dan sebagainya untuk diletakkan di sekitar patung gajah putih. (mg4/nda)

Photo
Photo
Photo
Photo
SEMANGAT: Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro meniup lilin disaksikan Wali Kota Eri Cahyadi, Kapolrestabes Kombespol Pasma Royce dan Kapolres Tanjung Perak AKBP William Cornelis Tanasale.
SEMANGAT: Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro meniup lilin disaksikan Wali Kota Eri Cahyadi, Kapolrestabes Kombespol Pasma Royce dan Kapolres Tanjung Perak AKBP William Cornelis Tanasale.
Editor : Nindia Aprilia
#boyolali #Permintaan #patung #solo raya #gajah putih #masyarakat