SOLOBALAPAN.COM - Berdiri sejak 1312 H atau 1891 M, Masjid Al Fatih menghadirkan sejarah yang kaya dan perjalanan panjang dalam pengembangannya.
Dibangun atas perintah Pakubuwono IX oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV, Pepatih Dalem, masjid ini memiliki makna mendalam sebagai mahar lamaran Pakubuwono IX kepada salah satu istrinya.
Dilansir dari laman Pemerintah Kota Surakarta, awalnya Masjid Al Fatih ada di bawah pengelolaan Keraton Surakarta.
Perubahan signifikan terjadi setelah kemerdekaan, dimana pengelolaan masjid beralih ke tangan Departemen Agama.
Pengembangan masjid yang berlokasi di Jalan Pamedan Kepatihan No. 5 RT. 06 RW. 01 Kelurahan Kepatihan Wetan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, ini pun mengikuti kebutuhan zaman.
Pertama, ada pawestren dan gudang yang menandakan perhatian khusus untuk para wanita dan gudang di sebelah selatan masjid.
Kemudian, untuk menampung jumlah jamaah yang terus bertambah, dilakukan penambahan dua bangunan pada bagian depan masjid pada tahun 1992.
Puncaknya, pada tahun 2019, masjid menjalani fase renovasi.
Pemasangan paving block di halaman masjid memberikan sentuhan estetis dan fungsional.
Sementara itu, renovasi kamar mandi untuk putra dan putri menunjukkan perhatian terhadap kenyamanan dan kebersihan.
Masjid Al Fatih tetap menjadi saksi bisu perjalanan waktu dan tempat ibadah yang terus bertransformasi sesuai dengan kebutuhan. (mg5/rei)