SOLOBALAPAN.COM – Suasana di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, mendadak berubah mencekam pada Minggu malam (15/2/2026).
Seorang pria berinisial Agus Ismanto (46), warga asal Semarang, ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya dengan kondisi pintu terkunci dari dalam.
Korban ditemukan pertama kali oleh rekannya menjelang waktu Isya dalam posisi telentang di atas kasur dan tubuh yang sudah dalam keadaan kaku.
Kronologi Kecurigaan Saksi
Kecurigaan bermula saat saksi, Sigit Nurcahyo dan Heru Susanto, tidak melihat Agus beraktivitas sejak waktu salat Dzuhur.
Biasanya, korban rutin beribadah di Masjid Miftakhul Jannah yang berdekatan dengan KUA.
Sekitar pukul 19.30 WIB, saksi mencoba mengetuk pintu kamar korban namun tidak ada jawaban.
Setelah mengintip melalui ventilasi dan melihat motor korban masih terparkir, saksi akhirnya memutuskan masuk melalui lubang angin untuk membuka pintu dari dalam.
Setelah memasuki kamar, ia terkejut lantaran mendapati Agus dalam posisi tidur terlentang di atas kasur.
Saat diperiksa, tubuh karyawan swasta tersebut sudah dalam keadaan kaku dan tidak bernapas.
Hasil Olah TKP dan Pemeriksaan Medis
Tim Inafis Polres Sragen dan petugas medis dari Puskesmas Sidoharjo segera melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Kasi Humas Polres Sragen, AKP Sigit Sudarsono, memastikan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada bekas penganiayaan. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi dan diabetes melitus (gula) sejak tahun 2025," ungkap AKP Sigit Sudarsono mewakili Kapolres Sragen, Senin (16/2/2026).
Evakuasi dan Penyerahan Jenazah
Petugas mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi, termasuk ponsel, dompet berisi identitas, dan uang tunai.
Proses evakuasi melibatkan tim gabungan dari PMI Sragen, PSC 119 Sukowati, TNI, dan Satpol PP.
Jenazah Agus Ismanto kini telah diserahkan kepada pihak keluarga dan akan dimakamkan di Dukuh Gebang Tengah, Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Sragen. (dam)
Editor : Damianus Bram