Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kebijakan Longgar Disorot, DPRD Solo Temukan Ketimpangan Pajak dan Parkir Coffee Shop

Antonius Christian
Penulis: Antonius Christian❯
Komisi II DPRD Surakarta menyoroti dugaan kebocoran PAD dari coffee shop di Jalan Slamet Riyadi. (IST)
Komisi II DPRD Surakarta menyoroti dugaan kebocoran PAD dari coffee shop di Jalan Slamet Riyadi. (IST)

Advertisement

 

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Komisi II DPRD Kota Surakarta melontarkan kritik keras terhadap dugaan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor usaha coffee shop di kawasan Jalan Slamet Riyadi.

Sorotan ini mencuat setelah dewan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan mencocokkan temuan lapangan dengan laporan organisasi perangkat daerah (OPD).

Advertisement

Hasilnya, ditemukan ketimpangan signifikan antara potensi riil di lapangan dengan angka setoran yang masuk ke kas daerah, terutama dari sektor pajak dan retribusi parkir.

Ketua Komisi II DPRD Surakarta, Agung Harsakti Pancasila, menilai persoalan ini bukan sekadar selisih angka, melainkan indikasi lemahnya tata kelola dan pengawasan kebijakan.

Advertisement

“Kurang optimalnya penarikan PAD, dan data yang disampaikan dinas tidak make sense, sangat jomplang dengan fakta di lapangan,” tegasnya.

Ia mengakui keberadaan coffee shop turut menggerakkan ekonomi kota, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga menjadi magnet wisata. Namun, menurutnya, kebijakan yang terlalu longgar tanpa diimbangi pengawasan justru berpotensi membuka celah kebocoran.

“Pemerintah sudah memberikan toleransi untuk mendukung geliat ekonomi. Tapi kewajiban pelaku usaha harus sebanding,” ujarnya.

Sorotan paling tajam mengarah pada setoran parkir. Sekretaris Komisi II DPRD Surakarta, Mukarromah, mengungkapkan total setoran parkir di sepanjang kawasan tersebut hanya sekitar Rp16,7 juta per bulan, dengan kontribusi ke PAD sekitar 40 persen atau Rp6,7 juta.

Jika dirata-rata, angka tersebut hanya sekitar Rp223 ribu per hari—nilai yang dinilai tidak realistis untuk kawasan pusat ekonomi seperti Slamet Riyadi.

Advertisement

Artikel Terkait

DPRD Solo Matangkan Raperda Digitalisasi PAD, Kebocoran Pendapatan Jadi Sorotan

DPRD Solo Matangkan Raperda Digitalisasi PAD, Kebocoran Pendapatan Jadi Sorotan

DPRD Kota Surakarta mematangkan Raperda Digitalisasi PAD untuk menekan kebocoran pendapatan daerah melalui sistem yang transparan, modern, dan terintegrasi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer