Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Urban Farming Dinilai Efektif Dukung Target Solo Ramah Lansia 2030

Silvester Kurniawan

Astrid Widayani: Urban Farming di Sumber Jadi Contoh Kota Solo Ramah Lansia
Astrid Widayani: Urban Farming di Sumber Jadi Contoh Kota Solo Ramah Lansia


Advertisement

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Upaya mewujudkan Solo sebagai Kota Ramah Lansia 2030 terus digencarkan Pemerintah Kota Surakarta.

Salah satu kegiatan yang dinilai efektif untuk mendukung target tersebut adalah pengembangan urban farming yang digerakkan oleh para lansia di tingkat kampung.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyampaikan hal itu saat berkunjung ke wilayah Kelurahan Sumber, Banjarsari, Senin (8/12) sore. Dalam kunjungannya, Astrid berdialog langsung dengan para pengurus Kelompok Tani Sumber Martani di RT 07 RW 07 yang sebagian besar beranggotakan warga lanjut usia.

Advertisement

Astrid mengapresiasi kreatifitas warga yang mampu memanfaatkan lahan sempit menjadi ruang hijau yang produktif. Melalui budidaya tanaman seperti Bayam Brazil dan Lidah Buaya, para lansia tidak hanya memperkuat ketahanan pangan keluarga, tetapi juga menghasilkan produk olahan bernilai ekonomis.

“Kelompok tani di sini tidak hanya fokus pada budidaya. Mereka juga mampu membuat produk turunan seperti keripik lidah buaya dan keripik bayam brazil. Artinya, pertanian skala kecil dapat memberikan nilai tambah bagi ekonomi warga,” jelas Astrid, Selasa (9/12).

Advertisement

Ia menambahkan bahwa kegiatan urban farming sejalan dengan semangat Solo Ramah Lansia 2030, karena aktivitas bertani terbukti menyehatkan, produktif, dan memberi ruang interaksi sosial bagi para lansia.

“Ini bukti bahwa keterbatasan lahan bukan halangan. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk kesehatan lansia dan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi mereka,” imbuhnya.

Lurah Sumber, Arifa Umiyati, membenarkan bahwa sebagian besar anggota Kelompok Tani Sumber Martani merupakan pensiunan yang ingin tetap aktif. Urban farming, kata dia, memberi aktivitas fisik yang sehat sekaligus ruang pemberdayaan bagi warga senior.

Tak hanya kelompok tani, pihak kelurahan juga mendorong seluruh warga menanam tiga tanaman wajib: cabai, serai, dan pandan. Ketiganya dinilai bermanfaat untuk kebutuhan dapur sekaligus kesehatan lansia.

“Serai dan pandan bisa diseduh menjadi minuman sehat. Jadi konsep ramah lansia tidak hanya melalui posyandu, tetapi juga lewat kegiatan lain seperti infrastruktur olahraga dan aktivitas menanam seperti ini,” terang Arifa.

Dengan berbagai inisiatif tersebut, Pemkot Solo berharap urban farming bisa menjadi gerakan kolektif yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup lansia menuju Solo Ramah Lansia 2030. (ves/an)

Advertisement

Artikel Terkait

Surakarta Solo Jadi Tuan Rumah Run For Humanity 2026, Gabungkan Olahraga dan Aksi Kemanusiaan

Surakarta Solo Jadi Tuan Rumah Run For Humanity 2026, Gabungkan Olahraga dan Aksi Kemanusiaan

Run For Humanity 2026 akan digelar di Solo pada 2 Agustus mendatang. Pemkot Surakarta menyambut positif event lari yang memadukan olahraga dan aksi kemanusiaan serta diperkirakan diikuti ribuan peserta dari berbagai daer

Pemkot Solo Mulai Hitung Ulang Proyek Masjid Taman Sriwedari, Cari Skema Penyelesaian

Pemkot Solo Mulai Hitung Ulang Proyek Masjid Taman Sriwedari, Cari Skema Penyelesaian

Pemkot Surakarta bersama Kejagung dan Kejati Jateng meninjau Masjid Raya Taman Sriwedari yang mangkrak sejak 2021. Pembangunan berpeluang dilanjutkan setelah kepastian hukum lahan dinyatakan inkrah.

Unik! Lidah Buaya Bisa Diolah Menjadi Es Segar sebagai Inovasi Produk Lokal

Unik! Lidah Buaya Bisa Diolah Menjadi Es Segar sebagai Inovasi Produk Lokal

Inovasi pengolahan lidah buaya menjadi es segar sebagai upaya memanfaatkan potensi bahan pangan lokal menjadi produk yang menarik dan bernilai ekonomi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer