Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Dihujani Kritik! Instagram Fariz Julinar Jadi Sasaran Luapan Hati Suporter Usai PSIS Gagal Menang

Damianus Bram • Senin, 16 Februari 2026 | 17:52 WIB
CEO PSIS Semarang Fariz Julinar Maurisal.
CEO PSIS Semarang Fariz Julinar Maurisal.

SOLOBALAPAN.COM – Hasil imbang 1-1 saat menjamu Persela Lamongan di Stadion Jatidiri, Minggu (15/2/2026), menyisakan kekecewaan mendalam bagi pendukung setia PSIS Semarang.

Tak lama setelah peluit panjang berbunyi, akun Instagram Fariz Julinar Maurisal (@farizjulinarmaurisal), suami dari CEO PSIS, langsung dihujani berbagai kritik pedas dari elemen suporter Panser Biru dan Snex.

Awalnya, Fariz mengunggah pesan apresiasi dan ajakan untuk tetap bersatu menjaga marwah tim Laskar Mahesa Jenar.

Namun, pesan optimis tersebut justru disambut dengan tuntutan evaluasi total.

Tuntutan Rotasi dan Kritik "Pemain Bawaan"

Kekecewaan suporter mengerucut pada komposisi pemain yang diturunkan. Akun @bangkepin20 secara terbuka meminta agar pemain senior mulai diparkir.

"Udah bos, pemain tua diparkir dulu, rotasi kiper bos. Jangan pemain bawaan dari Lamongan yang dimainkan terus," tulisnya.

Senada dengan hal itu, kritikan tajam juga datang mengenai semangat juang di lapangan. Akun @igo.ridho menuliskan komentar menohok,

"Gerbong pemainmu engak ada yang ngadek (bersemangat) bos, plonga-plongo tok."

Stadion Sepi Jadi Ancaman

Selain teknis permainan, suporter juga menyoroti mulai menurunnya antusiasme penonton di stadion akibat rentetan hasil yang tidak maksimal.

"Makin sepi stadion kalau menang susah," ungkap akun @dwicachii.

Hal ini menjadi alarm bagi manajemen bahwa performa tim di lapangan berbanding lurus dengan dukungan finansial dari tiket penonton.

Komitmen Manajemen di Tengah Tekanan

Meski berada di bawah tekanan kritik, Fariz Julinar tetap menekankan pentingnya kebersamaan untuk membawa PSIS keluar dari zona degradasi Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026.

Pesan "Yoh Iso Yoh" yang diusung Fariz menunjukkan komitmen manajemen untuk terus berjuang.

Namun, pertandingan melawan Persela menjadi pengingat keras bahwa tanpa evaluasi strategi dan rotasi pemain yang tepat, dukungan suporter di tribun bisa semakin mendingin.

Kini, bola panas ada di tangan tim pelatih dan manajemen untuk membuktikan bahwa kritik tersebut diserap menjadi perbaikan nyata di laga-laga selanjutnya. (dam)

Editor : Damianus Bram
#persela #snex #panser biru #psis #fariz julinar