The Lost Library: Kisah Mortimer dan Misteri Perpustakaan yang Terbakar

SOLOBALAPAN.COM — “Orang tua adalah sumber dari arah kehidupan? Jika hidup adalah garis yang mengarah ke suatu tempat, bukankah orang tua adalah titik awalnya?”
Kalimat itu menjadi salah satu pertanyaan yang mengiringi kisah dalam sebuah novel anak-anak tentang kehilangan, keluarga, persahabatan, dan sebuah misteri lama yang tersimpan di balik kebakaran perpustakaan.
Cerita bermula dari Martinville, sebuah kota yang kehilangan perpustakaannya beberapa tahun silam. Gedung perpustakaan yang terbakar kemudian dialihfungsikan menjadi balai kota. Namun, jejak buku-buku yang pernah memenuhi tempat itu ternyata belum sepenuhnya hilang.
Di sudut kota berdiri sebuah perpustakaan kecil gratis yang dijaga seekor kucing bernama Mortimer. Di dekatnya terdapat plakat sederhana bertuliskan, “AMBIL BUKU, TINGGALKAN BUKU, ATAU DUA-DUANYA.”
Bagi Evan, tempat kecil itu justru menjadi pintu menuju misteri besar.
Evan mengambil dua buku secara acak. Salah satunya berjudul Cara Menulis Novel Misteri karya H.G. Higgins. Saat membuka buku tersebut, ia menemukan kartu peminjaman yang mencantumkan nama ayahnya, Edward McClelland. Yang membuatnya terkejut, tanggal peminjaman itu tepat pada hari terjadinya kebakaran Perpustakaan Kota Martinville.
Temuan tersebut memunculkan banyak pertanyaan. Mengapa ayahnya ada di perpustakaan saat kebakaran? Mengapa namanya tercatat dalam buku itu? Dan benarkah ayahnya memiliki hubungan dengan peristiwa yang selama ini membuatnya dicurigai?
Bersama sahabatnya, Rafe, Evan mulai menyelidiki misteri tersebut. Meski masih duduk di bangku sekolah dasar, keduanya tidak berhenti mencari petunjuk. Buku Cara Menulis Novel Misteri bahkan menjadi semacam panduan bagi mereka dalam mengungkap teka-teki yang semakin rumit.
Dalam perjalanan itu, Evan menemukan sosok lain yang tidak kalah misterius: Al.
Al dan Perpustakaan Kecil Mortimer



