Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

The King’s Warden, Kisah Raja Muda yang Terbuan

t
Penulis: tim solobalapan❯
The King
The King's Warden.

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM — Sejarah kerajaan tak selalu berisi kisah tentang kejayaan. Di balik istana megah dan takhta yang diwariskan, ada perebutan kekuasaan, pengkhianatan, hingga mereka yang harus kehilangan segalanya karena politik istana.

Gambaran itulah yang diangkat dalam film “The King’s Warden”, yang tayang pada 4 Februari 2026. Dibintangi Park Ji-hoon bersama sejumlah aktor dan aktris ternama Korea Selatan, film ini mengambil latar sejarah Dinasti Joseon dan mengangkat kisah Raja Danjong, raja muda yang nasibnya berubah setelah takhta menjadi rebutan di lingkungan keluarganya sendiri.

Advertisement

Danjong awalnya dikenal sebagai Nosan. Ia naik takhta ketika baru berusia 12 tahun setelah ayahnya, Raja Munjong, meninggal dunia. Usianya yang masih belia membuat pemerintahan berada di bawah bayang-bayang para pejabat istana.

Situasi itu kemudian dimanfaatkan sang paman, Suyang Daegun, yang kelak naik takhta sebagai Raja Sejo. Danjong akhirnya dilengserkan dan diasingkan ke Yeongwol, wilayah terpencil yang jauh dari pusat pemerintahan.

Di tempat pengasingan itulah kehidupan Danjong mempertemukannya dengan Eom Heung-do, seorang kepala desa yang kemudian merawat sang mantan raja. Hubungan keduanya menjadi salah satu sisi humanis yang diangkat dalam film.

Awalnya, Eom Heung-do menolong Danjong dengan tujuan tertentu. Namun, kehidupan bersama di tengah kesederhanaan perlahan mengubah hubungan mereka. Jauh dari kemewahan istana, Danjong menemukan kehangatan sekaligus secercah harapan untuk bangkit dari keterpurukannya.

Harapan itu kembali terusik ketika kabar mengenai perubahan Danjong sampai ke istana. Sejo tidak tinggal diam. Tekanan pun datang kepada orang-orang di sekitar Danjong, termasuk Eom Heung-do.

Dalam film tersebut, konflik semakin memuncak setelah putra Eom Heung-do mengalami penyiksaan atas perintah pihak istana. Danjong berusaha meminta agar tindakan tersebut dihentikan. Namun, permintaannya tidak digubris.

Kemarahan membuat Danjong mengambil keputusan besar. Ia mulai merencanakan pemberontakan untuk merebut kembali apa yang telah dirampas darinya.

Namun, kekuasaan Sejo jauh lebih besar. Dengan kekuatan politik dan pengaruh istana, gerakan Danjong berhasil ditekan. Bahkan, Eom Heung-do berada dalam posisi sulit hingga akhirnya harus berhadapan dengan pilihan yang menentukan nasibnya.

Advertisement
Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber

Artikel Terkait

Kenapa Film Charlie Chaplin Hampir Tak Perlu Banyak Dialog? Begini Cara Komedinya Bekerja

Kenapa Film Charlie Chaplin Hampir Tak Perlu Banyak Dialog? Begini Cara Komedinya Bekerja

Kekuatan komedi Charlie Chaplin terletak pada komunikasi nonverbal, kepiawaian pantomim, dan komedi fisik (slapstick). Melalui ekspresi wajah dan gerakan tubuh, film-filmnya tetap komunikatif tanpa butuh banyak dialog.

Spider-Man: Brand New Day Tergusur dari Puncak Box Office, tapi Kini Jadi Film Terlaris Ketiga Sepanjang Masa

Spider-Man: Brand New Day Tergusur dari Puncak Box Office, tapi Kini Jadi Film Terlaris Ketiga Sepanjang Masa

Film Spider-Man: Brand New Day turun dari puncak box office setelah bertahan 6 minggu. Meski begitu, film Tom Holland ini raup US$2,45 miliar dan sah jadi film terlaris ketiga sepanjang masa di bawah Avatar dan Endga

Siapa Hana Kuraki? Bintang Film Dewasa Jepang yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun, , Sempat Umumkan Hiatus

Siapa Hana Kuraki? Bintang Film Dewasa Jepang yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun, , Sempat Umumkan Hiatus

Siapa Hana Kuraki? Bintang Film Dewasa Jepang yang Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun, , Sempat Umumkan Hiatus

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer